JATENGKU.COM, SEMARANG – Dalam upaya mendukung pertanian ramah lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas pelaku UMKM, Kinanthi Ashri Dewi, mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim 105 KKN-T Plamongansari dengan didampingi oleh Bapak Fajrul Falah S.Hum, M.Hum. serta Ibu Riris Tiani, S.S., M.Hum., memperkenalkan inovasi sederhana namun berdampak besar: pemasangan yellow trap di Ahmad Farm, UMKM sayuran hidroponik di Kelurahan Plamongansari, Kota Semarang.

Kinanthi Ashri Dewi memperagakan cara memasang yellow trap sebagai upaya pengendalian hama pada budidaya hidroponik di Ahmad Farm, Kelurahan Plamongansari, Kota Semarang, didampingi oleh pelaku UMKM dan tim KKN-T.

Yellow trap atau perangkap kuning merupakan alat pengendali hama visual berbentuk lem dengan warna kuning mencolok yang berfungsi menarik serangga hama. Warna kuning sangat disukai oleh beberapa jenis serangga seperti kutu daun (Aphids), lalat putih (Whiteflies), dan thrips, yang merupakan hama utama pada sistem budidaya hidroponik. Hama-hama ini bisa menurunkan kualitas daun, menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan membawa virus tanaman.

“Melalui pemasangan yellow trap, pelaku UMKM bisa memantau dan mengendalikan populasi hama sejak dini tanpa harus mengandalkan pestisida kimia. Ini menjadi langkah penting dalam praktik pertanian yang lebih aman dan berkelanjutan,” terang Kinanthi saat memberikan edukasi langsung di lokasi budidaya.

Kegiatan ini tidak hanya sebatas pemasangan alat, tetapi juga disertai demonstrasi lapangan dan diskusi interaktif bersama pelaku usaha. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengendalian hama yang tepat, ramah lingkungan, dan mendukung optimalisasi budidaya hidroponik.

Dengan pengendalian hama yang efektif dan minim residu kimia, tanaman hidroponik bisa tumbuh lebih sehat, hasil panen meningkat, dan kualitas produk tetap terjaga. Hal ini penting terutama untuk pelaku UMKM yang menyasar konsumen urban dengan tuntutan kualitas produk yang tinggi dan bebas pestisida.

Program ini menjadi bukti bahwa inovasi kecil seperti yellow trap dapat membawa perubahan besar bagi keberlanjutan pertanian kota. Melalui KKN-T UNDIP, mahasiswa tak hanya hadir sebagai pengabdi, tapi juga sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Editor: Handayat