JATENGKU.COM, SEMARANG — Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam tim KK- T IDBU 86 Kelompok 2 di Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat RW 02 dengan topik utama pemilahan sampah organik dan anorganik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bertema lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga secara bijak dan berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan secara langsung dengan mengundang warga RW 02 untuk berkumpul di satu tempat yang dijadikan lokasi pertemuan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menjelaskan secara interaktif mengenai definisi dan jenis-jenis sampah, dengan penekanan pada perbedaan antara sampah organik—seperti sisa makanan, daun, dan kertas—yang mudah terurai dan dapat dijadikan kompos, serta sampah anorganik—seperti plastik, logam, kaca, dan kemasan—yang sulit terurai namun masih memiliki nilai guna jika didaur ulang atau dimanfaatkan menjadi produk kreatif.
Selain materi berupa penjelasan dan diskusi, mahasiswa juga memberikan contoh konkret dan visualisasi pemilahan sampah menggunakan tempat sampah berlabel yang membedakan antara kategori organik dan anorganik. Warga pun diajak untuk mencoba memilah beberapa jenis sampah rumah tangga dalam simulasi sederhana sebagai bentuk praktik langsung dari materi yang disampaikan.
Respon warga terhadap kegiatan ini cukup positif. Banyak ibu-ibu rumah tangga yang aktif bertanya mengenai bagaimana mengelola limbah dapur secara mandiri dan cara membuat kompos skala kecil untuk tanaman di rumah.
Bahkan, beberapa warga menyampaikan ketertarikan untuk menerapkan sistem pemilahan sampah secara konsisten di lingkungan RT mereka, serta mengusulkan adanya pelatihan lanjutan seperti pembuatan kompos atau kerajinan tangan dari limbah anorganik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap agar masyarakat, khususnya di lingkungan RW 02, dapat memahami pentingnya memilah sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Sosialisasi ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung program pemerintah terkait pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan di tingkat lokal.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat warga untuk terus bergerak bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta menjadi bagian dari upaya membangun desa yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.









