SRAGEN – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan program kerja bertajuk “Rancang Bangun Alat Komposter Sederhana untuk Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga” di Desa Kacangan, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen pada Rabu, 29 Januari 2026. Kegiatan ini menyasar anggota Kelompok Tani Multi Rejeki RT 14–16 dan diselenggarakan bersamaan dengan pertemuan rutin kelompok tani.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh masih tingginya volume sampah organik rumah tangga yang belum terkelola secara optimal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan inovasi berupa alat komposter drum aerob, yaitu media pengolah sampah organik yang sederhana, mudah dibuat, dan dapat diaplikasikan langsung oleh masyarakat.

Ketua tim KKN menjelaskan bahwa alat komposter ini dirancang agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. “Kami ingin memberikan solusi yang praktis dan murah untuk mengatasi permasalahan sampah organik. Dengan komposter drum aerob, limbah dapur dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian,” ujarnya.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, tim KKN memaparkan tahapan pembuatan alat, cara penggunaan, hingga proses perawatan komposter. Selain itu, dilakukan pula demonstrasi langsung mengenai cara memasukkan sampah organik ke dalam drum komposter, proses pengadukan, serta cara memanen hasil kompos.

Anggota Kelompok Tani Multi Rejeki menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan pertanian ramah lingkungan. “Selama ini sampah rumah tangga hanya dibuang begitu saja. Dengan adanya pelatihan ini, kami jadi tahu bahwa sampah bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna,” ungkap salah satu peserta.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Kacangan dapat lebih mandiri dalam mengelola sampah rumah tangga, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Pemanfaatan kompos hasil olahan diharapkan mampu meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas lahan pertanian warga.

Kegiatan sosialisasi berjalan interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait teknis penggunaan alat maupun peluang penerapan komposter di tingkat rumah tangga.

Program kerja ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dengan adanya inovasi sederhana tersebut, diharapkan Desa Kacangan dapat semakin berkembang sebagai desa yang peduli lingkungan dan mampu mengelola potensi lokalnya secara mandiri.

 

Editor: Handayat

Tag