JATENGKU.COM, Batang — Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh Fathima Azzahra, mahasiswi Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik, Universitas Diponegoro menghadirkan inovasi edukatif melalui kegiatan edukasi peralihan tanaman hortikultura berbasis pendekatan manajemen logistik sederhana di Desa Ponowareng, Kab. Batang.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan petani desa untuk memahami tidak hanya aspek budidaya, tetapi juga pengelolaan alur produksi dan distribusi hasil panen agar lebih efisien dan bernilai ekonomi. Melalui program ini, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang memperkenalkan konsep perencanaan logistik yang mudah dipahami, seperti pengaturan jadwal tanam, pengelompokan komoditas, pengelolaan persediaan sederhana, hingga strategi distribusi hasil panen yang menyesuaikan dengan kondisi pasar lokal.

Mahasiswa KKN UNDIP Lakukan Edukasi Peralihan Tanaman Hortikultura melalui Pendekatan Manajemen Logistik Sederhana

Kegiatan program KKN ini dilaksanakan di bawah bimbingan dan arahan Dosen Pengampu KKN, Ibu Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc., yang turut memberikan pendampingan akademik serta memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode edukasi, diskusi partisipatif, serta pendampingan langsung kepada masyarakat. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan petani, dengan menekankan pada praktik manajemen logistik yang aplikatif tanpa memerlukan teknologi yang kompleks.

Mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya efisiensi alur pasok, mulai dari proses panen, penyimpanan sementara, hingga proses pengemasan yang lebih rapi dan higienis guna meningkatkan kualitas produk hortikultura. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu petani dalam meminimalkan kerugian pascapanen serta membuka peluang pengembangan pasar yang lebih luas.

Selain menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, program ini juga menjadi wadah implementasi keilmuan logistik dalam konteks pertanian desa. Mahasiswa belajar secara langsung bagaimana konsep manajemen rantai pasok dapat diadaptasi ke dalam skala kecil dengan mempertimbangkan kearifan lokal, kondisi geografis, serta kebiasaan bertani yang sudah berjalan. Interaksi yang terjalin selama kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menerima wawasan baru, sekaligus menjadi ruang bertukar pengalaman antara akademisi dan praktisi lapangan.

Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan masyarakat desa memiliki perspektif baru terhadap pengelolaan tanaman hortikultura yang lebih terstruktur, adaptif, dan berkelanjutan.

Program KKN ini tidak bertujuan untuk mengubah praktik pertanian secara instan, melainkan memberikan alternatif pengetahuan yang dapat dipertimbangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing petani. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam mendorong peningkatan kualitas sektor pertanian berbasis manajemen logistik yang sederhana namun berdampak nyata.

Editor: Handayat

Tag