JATENGKU.COM, Desa Ngandong — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026 terus berupaya mendukung optimalisasi tata kelola sampah di Desa Ngandong, Klaten. Sebagai langkah lanjutan dari kampanye sadar lingkungan, mahasiswa merealisasikan program “Pembuatan Sign Identitas TPS3R Menggunakan LED Strip Bertuliskan ‘TPS3R’ sebagai Media Pendukung Identitas Visual”.
Program ini dilaksanakan di fasilitas Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Ngandong. Inisiatif ini muncul dari observasi mahasiswa akan pentingnya aspek visual (visual identity) sebuah fasilitas publik. Selama ini, keberadaan TPS3R seringkali dipandang sebelah mata dan terkesan kusam. Melalui sentuhan teknologi sederhana namun tepat guna, mahasiswa KKN Undip mencoba mengubah citra tersebut.
Muchammad Haidar Rosyid, mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro, KKN TIM I Kelompok 95 Universitas Diponegoro Tahun 2026 yang menjadi pelaksana program ini, menjelaskan bahwa sentuhan teknologi sederhana namun tepat guna diperlukan untuk mengubah citra tersebut.
“Kami ingin TPS3R Desa Ngandong memiliki identitas yang jelas dan terlihat lebih modern. Penggunaan LED strip untuk tulisan ‘TPS3R’ ini diharapkan bisa menjadi point of interest sekaligus penanda bahwa tempat ini dikelola dengan serius,” ujar perwakilan tim KKN Undip di sela-sela kegiatan perakitan.
Proses pembuatan signage ini melibatkan kreativitas dan keterampilan teknis mahasiswa. Dimulai dari perancangan pola huruf pada papan media, pemotongan lampu LED tipe neon flex, hingga proses penyolderan jalur kelistrikan agar lampu dapat menyala dengan terang dan stabil.
Warna warm white atau putih kekuningan sengaja dipilih untuk memberikan kesan hangat, bersih, dan estetik. Papan nama ini kemudian dipasang di area strategis gedung TPS3R agar mudah dilihat oleh warga maupun petugas yang beraktivitas. penyerahan hasil karya signage tersebut dilakukan secara resmi kepada pihak desa pada tanggal 5 Februari 2026.

Sekretaris Desa Ngandong, Wahyudi Wawan Ginarso, menyambut positif inovasi ini. Menurutnya, pembenahan fisik dan visual di TPS3R sangat mendukung program desa yang sedang digalakkan.
“Dengan adanya identitas visual yang lebih bagus, warga jadi lebih semangat dan percaya diri saat datang ke TPS3R untuk menyetorkan sampah pilahannya. Ini hal kecil yang berdampak psikologis cukup besar bagi semangat warga,” ungkapnya.
Melalui program pembuatan sign identitas ini, KKN Tim I Undip 2026 berharap fasilitas TPS3R Desa Ngandong tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga memiliki nilai estetika yang membanggakan, sejalan dengan visi mewujudkan desa yang mandiri dan peduli lingkungan.








