JATENGKU.COM, KENDAL –Dalam rangka mendukung penguatan peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pembangunan desa, program mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) mengenai kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada Kelompok Tani Kopi Makerti Utomo, Desa Getas adalah dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan pemahaman pelaku UMKM dalam hal manajemen layanan publik, sehingga kelompok tani kopi tersebut mampu mengelola usaha secara lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa berharap dapat mendorong kemandirian UMKM, khususnya dalam aspek pengelolaan sumber daya manusia, serta memperkuat kontribusi UMKM dalam pembangunan ekonomi desa secara berkelanjutan. Sosialisasi ini juga menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk memahami pentingnya pelayanan yang berkualitas sebagai bagian dari citra dan daya saing usaha mereka.

Sosialisasi yang digelar di kediaman rumah Mbah Parno, yang mengusung empat indikator utama: meningkatkan kemampuan manajerial UMKM, mendorong UMKM menjadi layanan publik yang baik, mengembangkan budaya pelayanan berbasis komunitas, dan menguatkan peran UMKM dalam pembangunan desa.

Salah satu topik utama dalam sosialisasi adalah pengembangan budaya pelayanan berbasis komunitas, di mana UMKM didorong untuk berorientasi pada kebutuhan dan harapan masyarakat sekitar. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan UMKM yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Mahasiswa juga mendorong agar UMKM Makerti Utomo dapat mengambil peran aktif dalam pembangunan desa. Peran tersebut diwujudkan melalui kontribusi terhadap ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, serta keterlibatan dalam program-program desa yang strategis. UMKM tidak lagi diposisikan sebagai pelaku ekonomi semata, melainkan juga sebagai aktor pelayanan publik yang dapat memperkuat kapasitas tata kelola desa.

Reza Adi Pratama, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik UNDIP, tengah memberikan materi sosialisasi kepada anggota Kelompok Tani Kopi Makerti Utomo di kediaman Mbah Parno, Desa Getas, Kendal.

Namun demikian, kegiatan ini juga mengungkap sejumlah hambatan yang masih dihadapi oleh kelompok tani kopi tersebut. ”Salah satu kendala utama adalah masih kurangnya pemahaman sebagian besar anggota kelompok terhadap pengembangan UMKM secara digital,” ujar Mbah Parno Ketua UMKM Kopi Perwakilan Kelompok Tani Kopi Makerti Utomo. Kurangnya literasi digital dan akses terhadap teknologi menjadi tantangan dalam upaya digitalisasi usaha, mulai dari pemasaran daring, pengelolaan data pelanggan, hingga penggunaan platform e-commerce.

Menjawab tantangan tersebut, edukasi yang diberikan tentang ”penggunaan media sosial, aplikasi promosi, dan sistem pencatatan digital sederhana,” ujar Reza Sebagai Penanggung Jawab Program tersebut. Ini menjadi bagian dari pendekatan Manajemen Layanan Publik yang mendorong digitalisasi layanan agar UMKM lebih efektif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Dengan adanya pelatihan ini, saya jadi lebih paham bagaimana mengelola usaha secara lebih terstruktur dan bisa menjadikan kopi kami bukan hanya produk, tapi juga bagian dari identitas Desa Getas,” ujar [Mbah Parno Ketua UMKM Kopi Perwakilan Kelompok Tani Kopi Makerti Utomo], pelaku UMKM senior yang telah lebih dari 20 tahun menekuni dunia kopi.

Selain itu, kegiatan ini menyoroti pentingnya penguatan UMKM sebagai bagian integral dari pembangunan desa. Dalam diskusi interaktif yang melibatkan perangkat desa, kelompok tani, dan tokoh masyarakat, disepakati bahwa UMKM tidak bisa berjalan sendiri. Perlu ada dukungan kebijakan, promosi digital, dan akses pembiayaan yang berpihak pada pengusaha desa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa UNDIP berharap, melalui sosialisasi ini, UMKM Desa Getas dapat mengalami peningkatan kapasitas dan menjadi bagian dari layanan publik yang lebih baik. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah desa dalam membangun layanan publik yang inklusif dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Penulis: Muhammad Reza Adi Pratama, Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
DPL: drh. Ikania Agusetyaningsih, M.Pt.
Preview: drh. Ikania Agusetyaningsih, M.Pt.
Lokasi: Dusun Genting, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal

Editor: Handayat

Tag