JATENGKU.COM, Wonogiri – Permasalahan lingkungan khususnya terkait pengelolaan sampah kerap menjadi tantangan yang dihadapi oleh desa yang memiliki aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang cukup tinggi sehingga menghasilkan sampah setiap hari dari proses operasional hingga produksinya.

Setelah melakukan survei ke beberapa UMKM yang terdapat di Desa Kerjo Lor, Kab. Wonogiri dan melihat adanya kondisi tersebut, Shintya Arlita Dewi, seorang mahasiswa KKN Tim I Tahun 2026 Universitas Diponegoro (UNDIP) menginisiasi kegiatan penyuluhan dan edukasi mengenai Optimalisasi Pemilahan dan Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik untuk Pelaku UMKM di Desa Kerjo Lor pada Senin (26/01/2026).

Dokumentasi UMKM Tempe, UMKM Lempeng Singkong, dan UMKM Keripik Pisang.

Desa Kerjo Lor dikenal sebagai desa dengan berbagai UMKM yang aktif menjadi penggerak perekonomian masyarakat desa, contohnya seperti UMKM lempeng singkong, tempe, dan keripik pisang. Dimana pelaku UMKM tersebut juga berjuang untuk mencukupi perekonomian keluarga nya.

Hal ini juga selaras dengan adanya aktivitas produksi yang dilakukan secara rutin oleh UMKM tersebut sehingga menghasilkan sampah, baik organik maupun anorganik. Namun, berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan sebelumnya, pengelolaan sampah di tingkat UMKM masih tergolong minim. Sampah belum dipilah sejak sumbernya dan belum dikelola menggunakan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Pada praktiknya, sebagian sampah hanya dibakar atau dibuang begitu saja tanpa proses pengolahan lanjutan. Dalam menjalankan program kerjanya, Shintya melakukan penyuluhan ke 3 (tiga) UMKM yang ada di Desa Kerjo Lor seperti UMKM lempeng singkong dari Dusun Cengklok, UMKM keripik pisang dari Dusun Tempel, dan UMKM Tempe dari Dusun Sentul yang menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini.

UMKM lempeng singkong milik Ibu San yang berada di Dusun Cengklok ini merupakan UMKM yang tergolong cukup terkenal dan memiliki pelanggan yang luas di lingkungan sekitar. Sehingga tentu proses produksi akan dilakukan juga secara rutin dan menghasilkan limbah dalam prosesnya.

Sama halnya dengan UMKM tempe milik Ibu Sriwiyati dan UMKM Keripik Pisang milik Ibu Ninik juga tentu dalam proses produksi tidak lepas dari penggunaan bahan-bahan yang nantinya akan menghasilkan limbah baik itu organik maupun anorganik. Kondisi ini mendorong perlunya edukasi agar pelaku UMKM memahami pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah sebagai bentuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Dokumentasi Penyuluhan dan Edukasi terkait Optimalisasi Pemilahan dan Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik pada Pelaku UMKM.

Melalui kegiatan ini, Shintya memberikan penyuluhan dan edukasi mengenai sampah organik dan anorganik mulai dari pengertian, langkah-langkah pengelolaan sampah, dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan kesehatan, serta pentingnya pemilahan sampah sejak sumbernya. Selain itu Shintya juga mengenalkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai langkah sederhana yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM dalam kehidupan sehari-hari guna mengurangi volume sampah yang ada.

Tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, Shintya juga melakukan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM dalam implementasi pemilahan sampah. Salah satu bentuk implementasi tersebut adalah pemberian tempat sampah terpisah untuk sampah organik dan anorganik yang telah dilengkapi dengan sticker penanda.

Dengan adanya tempat sampah organik dan anorganik ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam membiasakan pemilahan sampah secara konsisten selama menjalankan proses produksi maupun operasionalnya di UMKM serta turut mengelola sampah seperti menjadi pupuk kompos (sampah organik) maupun berbagai kerajinan kreatif (sampah anorganik).

“Melalui kegiatan ini, saya ingin memberikan edukasi bahwa merawat lingkungan dapat dimulai dari hal kecil, seperti memilah dan mengelola sampah dengan tahap dan cara yang sesuai. Jika pelaku UMKM terbiasa melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan saja, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya usaha yang berkelanjutan,” ujar Shintya Arlita Dewi.

Dokumentasi Shintya Arlita Dewi Mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP Bersama Pemilik UMKM Keripik Pisang Dusun Tempel.

Salah satu pelaku UMKM, Bu Ninik, mengaku bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru. “Selama ini saya biasanya kalau buang sampah ya tinggal buang saja tanpa dipilah dan diolah. Setelah dijelaskan dan langsung dipraktikkan lewat tempat sampah yang diberikan, jadi lebih paham dan akan diterapkan buat nantinya,” ungkap Ibu Ninik, pemilik UMKM Keripik Pisang. Hal serupa juga disampaikan oleh Ibu Sriwiyati dan Ibu San yang berharap dapat berkontribusi bagi menjaga kelestarian lingkungan dengan memilah dan mengelola sampah organik serta anorganik.

Melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi ini, Shintya Arlita Dewi berharap para pelaku UMKM di Desa Kerjo Lor mampu menerapkan pemilahan dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Program Kerja KKN UNDIP yaitu memberikan solusi kreatif dan praktis terhadap permasalahan di masyarakat, mendorong UMKM agar berkembang secara mandiri dan bertanggung jawab, serta berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang lebih baik.

Penulis: Shintya Arlita Dewi
Mahasiswa Manajemen dan Administrasi Logistik Universitas Diponegoro

Editor: Handayat

Tag