Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Mahasiswa KKN Tim 64 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan sosialisasi pemilahan dan pengelolaan sampah organik berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) 12 tentang Responsible Consumption and Production. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Haqiqiyah Irji, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, dalam rangkaian kegiatan kemasyarakatan warga Desa Wringingintung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Sosialisasi ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di tingkat rumah tangga.
Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa memberikan penyuluhan disertai praktik langsung mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Materi yang disampaikan meliputi penjelasan mengenai perbedaan jenis sampah organik dan anorganik, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan apabila sampah tidak dikelola dengan baik. Pemahaman ini diberikan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada pembuangan akhir, melainkan dimulai dari kebiasaan sehari-hari di lingkungan rumah tangga.
Mahasiswa KKN UNDIP juga mengaitkan praktik pengelolaan sampah rumah tangga dengan agenda global SDGs Nomor 12 yang menekankan pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Konsep ini diperkenalkan secara sederhana agar mudah dipahami masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa kontribusi masyarakat desa memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, meskipun dimulai dari langkah-langkah kecil.
Sebagai bentuk penerapan nyata, warga diperkenalkan dengan prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Replant) sebagai panduan praktis dalam mengelola sampah sehari-hari. Selain itu, mahasiswa turut memperkenalkan metode biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan. Metode biopori tidak hanya berfungsi untuk mengolah sampah organik menjadi kompos, tetapi juga membantu meningkatkan daya resap tanah dan mengurangi potensi genangan air di lingkungan permukiman.

Antusiasme masyarakat Desa Wringingintung terlihat dari partisipasi aktif warga selama kegiatan berlangsung, baik melalui sesi diskusi maupun tanya jawab. Salah satu warga, Romelah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena membuat kami lebih paham cara memilah sampah dari rumah. Penjelasannya mudah dipahami dan bisa langsung kami terapkan sehari-hari,” ungkap Bu Romelah.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN UNDIP Tim 64 berharap masyarakat Desa Wringingintung dapat mulai menerapkan pemilahan dan pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan. Upaya ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi kebersihan dan kesehatan lingkungan desa, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat desa Wringingintung dalam mendukung pencapaian SDGs 12, mengingat desa yang bersih dan berkelanjutan turut berperan dalam menjaga lingkungan global.











