JATENGKU.COM, SEMARANG – Melanjutkan rangkaian pengabdian masyarakat di wilayah Gunungpati, Tim I KKN Tematik (KKN-T) 40 Universitas Diponegoro melaksanakan program kolaborasi antara jurusan Arsitektur dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) di Pondok Pesantren Al-Uswah, Pakintelan, pada Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan identitas visual kawasan dan standarisasi keselamatan lingkungan pesantren.

Jurusan Arsitektur mengambil peran dalam perancangan dan pemasangan signage (papan penunjuk arah dan informasi) di lingkungan pondok. Program ini bertujuan untuk menciptakan tata ruang yang lebih teratur dan memudahkan orientasi bagi santri maupun tamu.

Konsep signage yang diusung tidak hanya mengutamakan fungsi keterbacaan, tetapi juga estetika yang selaras dengan karakter dan identitas pesantren. Dengan adanya penunjuk arah yang jelas, sirkulasi di area pesantren yang cukup luas diharapkan menjadi lebih efisien dan tertata.

Secara bersamaan, program ini mengimplementasikan pemasangan rambu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta edukasi tanggap bencana. Program ini mencakup:

  • Pemasangan Rambu K3: Menandai titik-titik potensial risiko untuk meminimalisir kecelakaan di lingkungan pesantren.
  • Video Tanggap Bencana: Produksi media edukasi visual sebagai panduan praktis bagi santri dalam menghadapi situasi darurat.

Aspek kesehatan masyarakat ini menjadi sangat krusial mengingat pesantren Al-Uswah memiliki kompleks bangunan bertingkat yang memerlukan sistem mitigasi risiko yang sistematis.

Kolaborasi multidisiplin ini merupakan bentuk nyata penerapan keilmuan rumpun Sains dan Teknologi (Saintek) dalam mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang aman, tertata, dan berkelanjutan. Melalui perpaduan antara keteraturan kawasan dari sisi Arsitektur dan penguatan aspek keselamatan dari sisi FKM, diharapkan Ponpes Al-Uswah dapat menjadi model lingkungan pendidikan yang tangguh terhadap potensi risiko bencana.

“Seluruh kegiatan dirancang berdasarkan kondisi aktual di lapangan, sehingga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi pengelola dan santri dalam jangka panjang,” tulis Tim KKN-T 40 dalam rencana kegiatannya.

Editor: Handayat

Tag