JATENGKU.COM, Jepara — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 35 melaksanakan sosialisasi dan pelatihan budidaya ikan lele sistem bioflok yang terintegrasi dengan penanaman kangkung dalam media ember di Desa Slagi, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, pada Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini dilakukan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) 1 sebagai upaya optimalisasi lahan sempit sekaligus penguatan kemandirian pangan keluarga di tingkat rumah tangga.
Keterbatasan lahan di lingkungan permukiman menjadi salah satu tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Sistem bioflok dipilih sebagai solusi inovatif karena dapat diterapkan dalam media sederhana seperti ember, serta dipadukan dengan penanaman kangkung di bagian atasnya. Konsep ini memungkinkan masyarakat memanfaatkan lahan terbatas secara lebih produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di rumah salah satu anggota KWT 1 Ngudi Utami ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan peserta mengenai konsep dan penerapan sistem bioflok secara sederhana dan efektif. Mahasiswa KKN memberikan edukasi terkait tahapan pembuatan media budidaya, pengelolaan kualitas air, hingga persiapan penebaran benih ikan lele.
Ketua KWT 1, Wiwik, menjelaskan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi para anggota kelompok. “Saya merasa sangat senang dan bangga atas kehadiran mahasiswa KKN UNS di KWT 1. Kegiatan ini sangat menggembirakan dan membantu anggota kami karena memberikan ilmu yang bisa dilanjutkan untuk keberlanjutan ke depan,” ujarnya.

Sosialisasi diawali dengan pemaparan materi mengenai sistem bioflok dan manfaatnya dalam budidaya ikan lele, termasuk integrasinya dengan penanaman kangkung di atas media ember. Setelah itu, peserta mengikuti pelatihan serta praktik langsung mulai dari persiapan wadah, penanaman kangkung, hingga penebaran benih. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan.
Selain pemaparan materi, sesi tanya jawab juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Para anggota KWT 1 memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai teknik perawatan ikan dan cara menanam kangkung agar dapat tumbuh optimal di atas media ember.
Salah satu perwakilan anggota KWT 1, Rubiatun, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Terutama karena kami mendapat tambahan ilmu dalam hal menanam sayur dan budidaya lele,” tuturnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari anggota KWT 1 yang berharap program serupa dapat terus berlanjut. Melalui program ini, mahasiswa KKN Kelompok 35 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan serta kemandirian keluarga di Desa Slagi.







