JATENGKU.COM, BOYOLALI — Tujuh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 87 Universitas Diponegoro menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Penerapan Metode Pembelajaran Interaktif pada Anak-Anak Sekolah Dasar di Desa Banyuanyar: Edukasi Bangun Ruang melalui Permainan Tangram Puzzle”, Senin (1/7). Bertempat di pelataran Musholla Dk. Grenjeng, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap konsep bangun ruang dengan pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif.
Program ini berangkat dari kebutuhan pembelajaran matematika yang lebih menarik dan interaktif, khususnya pada materi bangun datar yang sering dianggap abstrak oleh siswa sekolah dasar. Untuk menjawab tantangan tersebut, Tim KKN 87 memperkenalkan permainan edukatif Tangram Puzzle sebagai media pembelajaran visual dan kinestetik yang mampu memicu kreativitas serta daya pikir logis anak-anak.
Kegiatan diawali dengan pengenalan bentuk-bentuk dasar bangun ruang secara visual melalui media gambar dan peraga. Anak-anak kemudian diajak menyusun potongan Tangram menjadi berbagai bentuk objek nyata seperti hewan dan benda sehari-hari. Aktivitas ini bertujuan untuk melatih pemahaman spasial serta kemampuan mengidentifikasi bentuk geometri secara menyenangkan.
Dalam sesi praktik, anak-anak dibagi dalam kelompok kecil dan diberi tantangan menyusun Tangram dalam waktu tertentu. Mahasiswa KKN turut mendampingi proses diskusi, pemecahan masalah, dan refleksi kelompok untuk mendorong kolaborasi dan berpikir kritis. Tak hanya fokus pada bentuk dan ukuran, pendekatan ini juga menyisipkan nilai-nilai edukatif seperti kerja sama tim, ketekunan, dan imajinasi.
Selain permainan, Tim KKN juga menyiapkan permainan berbasis waktu yang bisa melatih anak-anak agar lebih cepat tanggap. Sebagai kenang-kenangan, anak-anak diberikan lembar kertas dengan bentuk-bentuk yang disusun selama edukasi Tangram Puzzle ini.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN 87 berharap dapat memberikan alternatif metode belajar yang menyenangkan sekaligus efektif dalam meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap materi geometri dasar. Inisiatif ini juga diharapkan mampu memberikan inovasi metode pembelajaran yang lebih eksploratif agar anak-anak lebih aktif dan tidak mudah bosan.









