JATENGKU.COM, DEMAK – Tim 4 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 95 Universitas Diponegoro menggelar kegiatan edukatif bertema konservasi mangrove di MI Miftahul Falah, Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Rabu (23/7/2025). Program ini bertujuan memperkenalkan fungsi vital tanaman mangrove dalam mencegah abrasi pantai sekaligus meningkatkan kreativitas siswa melalui kegiatan ecoprinting.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKN Tematik Universitas Diponegoro sesuai dengan Surat Tugas Rektor Nomor 274-096/UN7.D2/PM/IV/2025 bertajuk “Peningkatan Valuasi Ekonomi Masyarakat Desa berdasarkan Pengelolaan Daerah Rehabilitasi Mangrove dan Kawasan Konservasi Rajungan Berkelanjutan di Betahwalang, Demak”.

Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Dr. E. Drs. Hersugondo, M.M. dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Prof. Dr. Hermin Pancasakti Kusumaningrum, S.Si., M.Si. dari Fakultas Sains dan Matematika, dan Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Tim Mahasiswa merancang program edukasi dengan metode pembelajaran yang disesuaikan berdasarkan tingkat usia dan kemampuan kognitif siswa. Kelas 2 dan 6 MI Miftahul Falah menjadi sasaran utama program edukasi lingkungan ini yang dipandu langsung oleh mahasiswa Tim 4 KKNT 95 Universitas Diponegoro.

Rangkaian program dimulai dengan para mahasiswa menjelaskan peran strategis ekosistem mangrove sebagai benteng alami pencegah abrasi pantai, habitat berbagai biota laut, serta kontribusinya terhadap keseimbangan ekosistem pesisir. Materi pengenalan fungsi tanaman mangrove disampaikan secara interaktif kepada siswa kelas 2 dan 6 sebagai bentuk penanaman kesadaran upaya pelestarian dan konservasi ekosistem pesisir berkelanjutan.

Mahasiswa Tim 4 KKNT 95 Universitas Diponegoro menyampaikan materi pengenalan fungsi tanaman mangrove kepada siswa kelas 6 MI Miftahul Falah, Desa Betahwalang, Rabu (23/7/2025).

Bagi siswa kelas 2 MI Miftahul Falah, pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan edukatif menebak gambar biota laut yang berinteraksi dengan ekosistem mangrove. Para siswa diajak mengenal berbagai spesies seperti kepiting, udang, ikan, dan burung yang bergantung pada habitat mangrove untuk berkembang biak dan mencari makan.

Melalui permainan interaktif ini, anak-anak tidak hanya belajar mengenali nama-nama biota laut, tetapi juga memahami hubungan simbiosis mutualisme antara mangrove dan fauna pesisir.

Suasana antusias siswa kelas 2 MI Miftahul Falah saat mengikuti permainan edukatif menebak gambar biota laut yang berinteraksi dengan ekosistem mangrove.

Selanjutnya, siswa kelas 6 berkesempatan untuk berkreasi melalui workshop ecoprinting menggunakan bagian tanaman mangrove. Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan kreativitas siswa sambil memperkenalkan konsep diversifikasi produk berbasis sumber daya lokal.

Teknik ecoprinting yang diajarkan melibatkan proses pewarnaan alami menggunakan pigmen dari daun dan bunga mangrove pada media kain. Hasilnya berupa karya seni unik yang menampilkan pola-pola alami dari tekstur dan warna dedaunan. Antusiasme siswa terlihat tinggi saat mengikuti setiap tahapan proses ecoprinting.

Siswa kelas 6 MI Miftahul Falah mempraktikkan teknik ecoprinting menggunakan dedaunan mangrove untuk menciptakan karya seni unik sambil mempelajari diversifikasi produk berbasis mangrove.

Kepala MI Miftahul Falah Betahwalang, Syamsul Qomar, M.Pd.I, menyambut baik inisiatif Tim KKNT Undip ini. “Program seperti ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini. Anak-anak jadi lebih memahami pentingnya melestarikan ekosistem mangrove di sekitar mereka,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Tim 4 KKNT 95 Undip berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesadaran lingkungan generasi muda di Desa Betahwalang sekaligus mendukung upaya peningkatan valuasi ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sumber daya mangrove berkelanjutan.

Penulis: Azka Emo

Editor: Handayat