JATENGKU.COM, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan kegiatan sosialisasi penting tentang Budaya Disiplin Jepang 5S dalam kebiasaan sehari-hari dan pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat Desa Manggis pada hari Minggu, tanggal 1 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Manggis ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta puluhan warga dari berbagai usia. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui penggunaan prinsip 5S, yakni Seiri (Sisihkan), Seiton (Susun), Seiso (Sapu/Bersih), Seiketsu (Standarisasi), dan Shitsuke (Disiplin).
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Manggis, Bapak Mustapa, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran mahasiswa KKN UNDIP dan memberikan dukungan penuh terhadap program pemberdayaan masyarakat ini. Menurutnya, pengelolaan sampah dan kebiasaan hidup bersih merupakan hal krusial untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta kesehatan warga desa.
Dalam pemaparannya, Koordinator Tim KKN UNDIP, MA Nabiel, menjelaskan bahwa budaya 5S tidak hanya diterapkan di industri, tetapi juga sangat relevan sebagai kebiasaan harian di rumah, sekolah, dan lingkungan umum. “Dengan mempraktikkan 5S, kita dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, dari sekadar dibuang ke tempat terbuka menjadi dikelola secara lebih bijak,” ujarnya.
Sesi utama sosialisasi diawali dengan presentasi interaktif mengenai langkah-langkah praktis menerapkan 5S dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa memberikan contoh nyata seperti:
- Memilah sampah organik dan anorganik di masing-masing rumah;
- Menyusun tempat sampah tertutup dan berlabel di titik-titik strategis;
- Membersihkan lingkungan secara berkala setiap akhir pekan;
- Standarisasi kebiasaan buang sampah yang benar;
- Kedisiplinan bersama dalam menjaga kebersihan.
Warga tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Beberapa peserta aktif bertanya dan berdiskusi tentang cara menangani sampah plastik serta mengurangi volume sampah rumah tangga. Tidak hanya teori, tim KKN juga membagikan brosur dan panduan ringkas 5S yang bisa dipasang di rumah warga sebagai pengingat sehari-hari.
Salah seorang warga, Ibu Mugi, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penyuluhan ini. “Sebelumnya kami belum tahu cara memilah sampah yang baik. Setelah mendapat penjelasan, kami jadi mau mulai membiasakan 5S di rumah,” katanya.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah kecil kepada warga yang aktif berdiskusi serta foto bersama seluruh peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya komunitas sadar lingkungan di Desa Manggis, yang nantinya bisa berkelanjutan melalui kolaborasi warga dan pemerintahan desa.
Dengan adanya sosialisasi ini, Desa Manggis semakin memperkuat komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membangun kebiasaan hidup disiplin melalui budaya 5S.







