GEMAWANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 1 Kelompok 133 melaksanakan penyerahan sekaligus implementasi produk mitigasi bencana terpadu kepada Pemerintah Desa Gemawang pada Jumat (6/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Gemawang ini merupakan bagian dari program Multidisiplin KKN UNDIP bertajuk Mitigasi Bencana Terpadu melalui Pemetaan Risiko Bencana Berbasis Wilayah.

Produk yang diserahkan meliputi peta titik rawan bencana, peta titik evakuasi beserta jalur evakuasi dalam bentuk cetak yang dipasang pada figura, website mitigasi bencana Desa Gemawang dalam bentuk digital, poster layout gudang logistik, daftar kebutuhan logistik kebencanaan, serta data kebutuhan kebencanaan yang disusun berdasarkan kluster usia dan jenis kelamin. Selain penyerahan dokumen, tim KKN UNDIP juga melakukan pemasangan plang titik evakuasi di sejumlah lokasi strategis desa yang disesuaikan dengan titik aman dan jalur evakuasi pada peta, sebagai langkah awal implementasi di lapangan.

Program ini dilaksanakan sebagai respons atas kondisi Desa Gemawang yang memiliki potensi kerawanan bencana, khususnya banjir dan tanah longsor. Sebelumnya, desa belum memiliki peta risiko bencana terpadu, jalur evakuasi yang jelas, pusat informasi mitigasi, maupun perencanaan logistik kebencanaan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kerentanan warga, menyebabkan keterlambatan evakuasi, serta menimbulkan kerugian material apabila terjadi bencana.

Dalam proses penyusunan produk, mahasiswa KKN melakukan pengumpulan data wilayah, survei langsung ke lokasi-lokasi rawan bencana, serta wawancara dengan perangkat desa. Tim juga berkonsultasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri untuk memperoleh masukan dan rekomendasi teknis, terutama terkait penyusunan peta evakuasi dan penentuan titik aman.

Mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 Kelompok 133 mendampingi perangkat Desa Gemawang dalam penjelasan dan peninjauan website mitigasi bencana di Desa Gemawang, Jumat (6/2/2026).

 

“Kami berharap peta, plang evakuasi, dan sistem informasi yang diserahkan dapat menjadi acuan praktis bagi desa dalam menghadapi situasi darurat. Dengan jalur evakuasi yang sudah ditandai langsung di lapangan, warga diharapkan dapat lebih cepat dan tepat saat melakukan evakuasi,” ujar Farhan, salah satu anggota Tim 1 Kelompok 133 KKN UNDIP.

Produk mitigasi bencana tersebut diterima oleh Sekretaris Desa Gemawang, Bapak Fika Indrianto, serta Kepala Seksi Pemerintahan Desa, Bapak Subroto. Pemerintah desa menyambut baik kontribusi mahasiswa KKN UNDIP dan menilai program ini sangat membantu dalam memperkuat kesiapsiagaan desa terhadap bencana.

“Keberadaan peta, plang evakuasi, serta dokumen perencanaan kebencanaan ini menjadi acuan penting bagi pemerintah desa. Ke depan, website mitigasi bencana akan kami kelola sebagai pusat informasi, sementara peta dan dokumen lainnya akan dimanfaatkan sebagai pedoman desa,” ungkap Bapak Subroto.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 Kelompok 133 berharap seluruh produk mitigasi bencana yang telah disusun dan dipasang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Program Multidisiplin 2 ini diharapkan menjadi dasar perencanaan menuju Desa Gemawang yang lebih tangguh bencana serta mampu meningkatkan perlindungan masyarakat dari risiko bencana alam.

Editor: Handayat

Tag