JATENGKU.COM, Klaten — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program Bank Sampah Plastik Kreatif sebagai upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus pengelolaan sampah plastik di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, pada Rabu (3/2/2026).
Bank Sampah Plastik Kreatif merupakan program kerja (proker) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah plastik, sekaligus memberikan nilai tambah melalui kreativitas dalam mengolah sampah menjadi produk yang berguna. Kegiatan ini menjadi bagian dari serangkaian program kerja KKN UNDIP 2025 yang fokus pada penguatan kapasitas masyarakat desa melalui pendekatan lingkungan dan ekonomi kreatif.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNDIP memberikan sosialisasi tentang pentingnya memilah sampah sejak dari rumah, mekanisme kerja bank sampah, serta praktik pengolahan sampah plastik menjadi barang kreatif seperti kerajinan tangan dan produk fungsional lainnya. Para peserta kegiatan terlihat antusias mengikuti berbagai sesi edukatif tersebut.
“Sampah plastik selama ini sering dibuang begitu saja, namun setelah adanya pembelajaran ini, kami jadi lebih memahami bahwa plastik bisa diolah dan bermanfaat jika dikelola dengan benar,” ujar salah seorang warga Desa Wonoboyo yang mengikuti kegiatan.
Selain sosialisasi, tim KKN UNDIP juga melakukan pendampingan langsung saat proses pengelolaan sampah, termasuk praktik memilah, menimbang, dan mencatat sampah yang masuk ke bank sampah. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif warga serta menjadikan bank sampah sebagai fasilitas yang berkelanjutan dan berguna bagi ekonomi lokal.
Perangkat Desa Wonoboyo menyampaikan apresiasi terhadap program yang dijalankan oleh mahasiswa. Menurutnya, keberadaan bank sampah tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mempelajari keterampilan baru dan meningkatkan pendapatan keluarga.
“Program ini sangat bermanfaat. Kami berharap setelah mahasiswa KKN UNDIP kembali ke kampus, kegiatan bank sampah tetap berjalan dengan dukungan dan komitmen warga desa,” ungkap Kepala Desa Wonoboyo.
Program Bank Sampah Plastik Kreatif ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dapat menciptakan langkah pemberdayaan yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga. Dengan kesadaran yang terus tumbuh, Desa Wonoboyo diharapkan mampu menerapkan prinsip ramah lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
Penulis: TIM 1 KKN-R UNDIP Kelompok 89





