JATENGKU.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan Program Kerja Penerapan Budaya Rajin Menabung sebagai Bekal Masa Depan sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap pentingnya literasi finansial sejak usia dini. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sasaran utama siswa Sekolah Dasar (SD) sebagai langkah awal membangun pondasi keuangan yang sehat di masa depan.
Program ini dilatarbelakangi oleh permasalahan umum yang sering ditemukan pada generasi muda, yaitu rendahnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan. Banyak anak muda yang ketika beranjak dewasa cenderung menghabiskan uang untuk kebutuhan konsumtif tanpa memiliki kebiasaan menabung. Kondisi tersebut dapat menyebabkan seseorang terjebak dalam rat race, yaitu siklus keuangan di mana individu terus bekerja namun penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membayar utang, tanpa adanya peningkatan kesejahteraan.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berinisiatif memberikan edukasi dasar mengenai konsep uang, tujuan menabung, serta manfaat menabung bagi masa depan. Edukasi dilakukan secara interaktif melalui penyampaian materi ringan yang mudah dipahami anak-anak, disertai dengan contoh-contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya sebatas teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung berupa pembuatan celengan tabungan. Anak-anak diajak untuk menghias celengan masing-masing agar lebih tertarik dan termotivasi untuk mulai menyisihkan uang saku mereka secara rutin. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya memahami pentingnya menabung, tetapi juga terbiasa mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Program kerja ini dilaksanakan oleh tim KKN yang terdiri dari Adinda Rizka Salsabilla dari Program Studi Manajemen FEB, Affiamy Novarissa dari Manajemen dan Administrasi Logistik Sekolah Vokasi, serta Gilang Ahmad Purnama Muharram dari Administrasi Bisnis FISIP Universitas Diponegoro. Tim berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang lebih sadar finansial dan mampu mengelola keuangannya dengan bijak sejak dini.










