Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) dari Jurusan Teknik Arsitektur yang tergabung dalam Kelompok Tim 100 melaksanakan Program Kerja Multi Disiplin berupa Revitalisasi Bangunan TK menjadi Gudang Serbaguna. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi Kelompok mahasiswa Tim 100 bertujuan untuk mengoptimalkan aset desa agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai fasilitas pendukung kegiatan operasional dan kemasyarakatan.

Bangunan tersebut Sebelumnya adalah Sebuah Bangunan TK Tetapi Bangunan Tersebut tidak Terawat & Tidak digunakan, Namun Tim 100 Melihat Bangunan Tersebut memiliki potensi yang besar jika dialihfungsikan. Sebelum melakukan eksekusi harus ada Koordinasi dengan Penanggung jawab bangunan Tersebut Seperti Ketua RT & RW.

Pada Hari Pertama Melihat bangunan tersebut sebagai Bangunan Potensial, Ada Beberapa yang Perlu diperbaiki seperti genteng karena banyak yang pecah, pada bagian ujung kaso patah dan harus diganti, usuk yang sudah lapuk perlu diganti agar genteng tidak rubuh.

Pada tahap awal/ hari pertama Perbaikan Bangunan TK menjadi Gudang Serbaguna yaitu dengan Mengganti Genteng, Kaso & usuk. Pada proses tersebut kami dibantu oleh tukang Berpengalaman dikarenakan Belum Mahir untuk mengerjakan Pekerjaan tersebut.

Pada hari Kedua Kami melakukan Pengecatan ulang dinding gudang tersebut, Pengecatan dilakukan bertujuan untuk Membuat bangunan Gudang tersebut lebih Hidup dan dengan dilakukannya Pengecatan Meningkatkan Estetika Bangunan tersebut. Setelah dilakukannya Pengecatan Bangunan Menjadi Lebih Bersih, Rapi dan Siap digunakan.

Sebagai mahasiswa dari Program Studi Teknik Arsitektur, kontribusi utama difokuskan pada Menghasilkan dokumen teknis dan finansial yang menjadi landasan pembangunan. Output utamanya meliputi dokumen Engineering Design (DED), spesifikasi teknis material, serta metode kerja yang akan diterapkan di lapangan. Semua elemen tersebut berfungsi sebagai panduan visual dan teknis agar struktur bangunan memenuhi standar keamanan, estetika, dan fungsionalitas yang direncanakan sejak awal.

Pada saata pelaksanaan program Revitalisai terdapat beberapa hambatan yang dihadapi antara lain saat proses menghitung bahan/ barang yang dibutuhkan kadang harga tiap toko berbeda jadi sebelum melakukan patokan harga harus Mengunjungi salah satu toko bangunan agar Anggaran yang dikeluarkan harus sesuai dengan harga rencana awal.

 

Editor: Handayat

Tag