JATENGKU.COM, Kabupaten Semarang — Desa Glawan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, yang juga dikenal sebagai desa wisata memiliki sejumlah potensi wisata unggulan yang mampu menarik minat berbagai kalangan. Potensi tersebut ditunjang oleh ketersediaan homestay sebagai fasilitas pendukung utama bagi wisatawan.
Saat ini, Desa Glawan sendiri memiliki 7 (tujuh) homestay yang telah terdaftar dan berada di bawah naungan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Tri Kartika Glawan. Sebagai upaya peningkatan daya tarik dan kualitasnya, mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro Tim 7 melaksanakan program pendampingan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) homestay.
Program sertifikasi CHSE homestay yang diusung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini bertujuan untuk menjamin standar kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan di sektor pariwisata. Pendampingan dilakukan melalui audit internal berbasis SNI 9042:2021 sebagai acuan penilaian penerapan CHSE homestay.
Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan sejak Januari hingga Februari 2026, meliputi audit internal tahap I, sosialisasi pemenuhan kelengkapan pendukung aspek CHSE, dan audit internal tahap II. Hasil dari kegiatan ini berupa pemberian skor tingkat kesiapan yang diklasifikasikan ke dalam kategori rintisan, berkembang, maju, dan mandiri.
Berdasarkan rangkaian penilaian tersebut, tercatat 6 (enam) homestay masuk dalam kategori maju, dan 1 (satu) homestay berhasil mencapai kategori mandiri. Hasil penilaian ini kemudian dicantumkan pada label kesiapan yang dipasang di bagian depan bangunan setiap homestay, disertai penyerahan sertifikat hasil audit internal kepada pemiliknya.

Ibu Ana Maliya selaku pemilik salah satu homestay di desa Glawan menyampaikan apresiasinya terhadap program ini, “Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi kami selaku pemilik homestay. Kami merasa lebih siap dalam menerima tamu kedepannya, terlebih dengan adanya bantuan dari mahasiswa KKN dalam mensosialisasikan aspek kebersihan homestay dan pemenuhan perlengkapan yang menunjang standar CHSE,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Tim 7 Universitas Diponegoro berharap seluruh homestay di Desa Glawan dapat semakin siap dan memenuhi kualifikasi saat menempuh proses sertifikasi resmi CHSE dari Kemenparekraf di masa mendatang.







