KATEKAN, KLATEN – Masalah limbah pertanian seringkali menjadi beban bagi lingkungan desa. Namun, di tangan para mahasiswa KKN UNDIP 2026, tumpukan sekam padi dan bonggol jagung di Desa Katekan, Gantiwarno kini memiliki peluang besar untuk diolah menjadi energi alternatif yang bernilai ekonomi melalui inovasi lemari pengeringan briket biomassa yang mudah diproduksi oleh warga umum.

Potensi briket dari limbah pertanian di Desa Katekan sebenarnya sangat melimpah. Sayangnya, proses produksi seringkali terkendala oleh tahap pengeringan yang masih bergantung penuh pada sinar matahari. Jika cuaca mendung, produksi terhenti dan kualitas briket menurun karena lembap.

Selain itu, warga seringkali kesulitan untuk mendesain alat pengering yang efisien karena keterbatasan informasi mengenai spesifikasi material dan teknis pembuatan alat yang profesional.

Menjawab hambatan tersebut, tim KKN Katekan UNDIP 2026 menghadirkan rancangan lemari pengeringan briket yang dirancang khusus agar mudah diduplikasi oleh warga setempat. Salah satu keunikan rancangan ini adalah penggunaan triplek kayu sebagai material utama.

Material triplek dan kayu sengaja dipilih karena ketersediaannya di toko bangunan lokal. Selain harganya terjangkau, pengerjaannya tidak butuh keahlian las atau alat berat. Cukup dengan palu dan gergaji, warga bisa membuatnya sendiri.

Secara teknis, pemilihan triplek bukan tanpa alasan. Material ini bertindak sebagai isolator alami yang mampu menjaga suhu di dalam lemari tetap stabil, sehingga proses pengeringan briket bisa berlangsung lebih cepat dan merata dibandingkan hanya dijemur di ruang terbuka.

Bukan sekadar memberikan teori, mahasiswa KKN juga menyerahkan modul kerja yang bisa diikuti oleh warga umum maupun pengusaha mikro di Desa Katekan.

Dengan adanya rancangan lemari pengering ini, masyarakat diharapkan tidak lagi membuang atau membakar limbah padi dan jagung begitu saja. Briket yang dihasilkan nantinya dapat digunakan sebagai bahan bakar memasak yang lebih murah dibandingkan gas LPG, sekaligus mengurangi emisi karbon.

 

Harapan tim KKN Katekan UNDIP 2026, setelah KKN selesai, warga Desa Katekan bisa melanjutkan produksi briket ini secara mandiri, sebagai langkah kecil menuju kemandirian energi desa yang berkelanjutan.

Editor: Handayat

Tag