JATENGKU.COM, Batang – Program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 9 di Desa Kandeman, Kabupaten Batang, terus menyasar berbagai sektor vital. Setelah sebelumnya sukses memberdayakan sektor ekonomi mikro, kini giliran sektor keagamaan dan pendidikan karakter yang menjadi perhatian utama.
Tepat pada hari Selasa (10/2/2026), suasana di Masjid Desa Kandeman terasa lebih hangat dengan kehadiran lima mahasiswa KKN: Adiel, Rafi, Marcho, Afni, dan Giska. Mereka hadir dengan misi mulia, yakni menyerahkan wakaf berupa paket Al-Qur’an dan buku Iqra’ untuk menunjang kegiatan ibadah dan pembelajaran mengaji anak-anak setempat.
Bantuan ini diserahkan secara langsung kepada Bapak Agal, selaku Takmir (pengurus) Masjid Kandeman, disaksikan oleh beberapa jamaah dan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Rafi, salah satu anggota Kelompok 9, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari observasi mereka terhadap aktivitas masjid yang selalu ramai, terutama oleh anak-anak yang belajar mengaji sore hari. Namun, semangat tersebut terkadang terkendala oleh keterbatasan jumlah dan kondisi kitab suci yang tersedia.
“Kami melihat potensi besar dari adik-adik di Kandeman. Semangat mereka luar biasa, tapi sayang sekali jika fasilitas belajarnya kurang memadai. Iqra’ yang ada sudah banyak yang lecek atau halaman hilang, begitu juga Al-Qur’an yang jumlahnya terbatas. Maka, kami sepakat untuk mengalokasikan program kerja kami di sini,” ujar Rafi, Selasa (10/2).
Giska menambahkan, bahwa pembagian Iqra’ dan Al-Qur’an ini dibagi berdasarkan jenjang kemampuan membaca anak-anak.
“Untuk yang baru belajar huruf hijaiyah kami siapkan Iqra’ baru yang warnanya cerah agar mereka semangat. Sedangkan untuk yang sudah lancar, kami berikan Al-Qur’an dengan cetakan yang jelas agar nyaman dibaca. Harapannya, ini bisa menjadi motivasi tambahan bagi mereka,” tambah Giska.
Bapak Agal, selaku sosok yang dipercaya mengurus Masjid Kandeman, menyampaikan apresiasi yang mendalam. Ia menilai langkah mahasiswa KKN UPGRIS ini sangat tepat sasaran dan menunjukkan kepekaan sosial yang tinggi.
Dalam sambutannya, Bapak Agal mengungkapkan kondisi riil fasilitas mengaji di masjid tersebut sebelum adanya bantuan.
“Jujur saja, bantuan ini seperti jawaban dari doa kami. Memang kondisi Al-Qur’an dan Iqra’ di masjid ini sudah banyak yang ‘sepuh’ (tua/rusak) karena saking seringnya dipakai mengaji bertahun-tahun. Kadang anak-anak harus berebut atau memakai yang halamannya sudah sobek,” ungkap Bapak Agal.
Lebih lanjut, Bapak Agal memberikan ulasan mengenai dampak kehadiran Kelompok 9 bagi jamaah dan anak-anak TPQ.
“Mas Adiel, Mas Rafi, dan teman-teman kelompok 9 ini tidak hanya memberi barang, tapi memberi perhatian. Anak-anak jadi merasa diperhatikan oleh kakak-kakak mahasiswanya. Saya mewakili jamaah sangat berterima kasih. Bantuan Al-Qur’an ini bukan barang sekali pakai, tapi akan dibaca berulang-ulang setiap hari. Insyaallah, setiap huruf yang dibaca akan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir buat adik-adik mahasiswa semua,” tutur Bapak Agal mendoakan.
Menutup kegiatan, Adiel selaku perwakilan kelompok berharap agar silaturahmi yang terjalin tidak putus meski masa KKN nanti berakhir.
“Kami titipkan Al-Qur’an dan Iqra’ ini kepada Pak Agal dan warga Kandeman. Semoga masjid ini semakin makmur, dan dari masjid ini lahir generasi-generasi muda Kandeman yang cerdas serta berakhlak mulia,” tutup Adiel.
Kegiatan penyerahan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Agal, memohon keberkahan bagi warga desa dan kesuksesan studi bagi para mahasiswa KKN UPGRIS.
Penulis: Tim KKN UPGRIS Kelompok 9







