PENAJAM PASER UTARA – Meita Ika Andiyani, mahasiswa program studi Teknik Sipil dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mandiri di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam kegiatannya, Meita memberikan sosialisasi penting bertajuk “Literasi Digital di Area Konstruksi: Cerdas Berteknologi, Aman Bekerja” kepada para staf proyek. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pekerja konstruksi agar lebih bijak dan aman dalam menggunakan teknologi digital di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.

 

Waspada Penipuan Digital dan Pinjaman Online

Salah satu poin utama yang disampaikan adalah mengenai keamanan keuangan digital. Pekerja proyek sering kali menjadi target kejahatan digital karena jauh dari keluarga dan sering melakukan pengiriman uang (transfer).

Meita mengingatkan para pekerja untuk:

  • Waspada Pinjol dan Judi Online: Menghindari bahaya pinjaman online ilegal dan judi online yang sering menjerat lingkungan pekerja.
  • Keamanan Mobile Banking: Selalu menjaga kerahasiaan kode OTP dan PIN saat mengirim uang untuk keluarga di kampung halaman.
  • Mengenali Pesan Palsu: Belajar membedakan pesan WhatsApp resmi dengan tautan palsu (phishing) yang bertujuan menguras saldo rekening.

 

Menjaga Rahasia Data Proyek

Sebagai mahasiswa Teknik Sipil, Meita juga berbagi tips mengenai cara mendokumentasikan pekerjaan secara efisien menggunakan teknologi sederhana. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga keamanan data proyek negara.

“Sangat penting bagi rekan-rekan untuk tidak sembarangan mengunggah denah atau detail teknis bangunan ke media sosial demi alasan keamanan,” jelas Meita dalam sosialisasinya. Para pekerja disarankan hanya membagikan foto pemandangan umum IKN secara luas dan menghindari unggahan detail instalasi yang bersifat rahasia. Selain itu, pekerja didorong untuk mencadangkan foto laporan harian di penyimpanan digital seperti Google Drive atau iCloud agar data tidak hilang.

 

Komunikasi Profesional di Lapangan

Meita juga menyoroti cara berkomunikasi di grup WhatsApp agar tidak terjadi salah paham dalam koordinasi lapangan. Pekerja diajak untuk selalu berbicara secara formal, efektif, dan tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks.

“Selalu lakukan cek ulang (cross-check) terhadap instruksi kerja yang diterima lewat pesan digital sebelum melakukan tindakan di lapangan agar tidak terjadi kesalahan teknis,” tambahnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan para pejuang pembangunan di IKN tidak hanya ahli dalam membangun infrastruktur, tetapi juga cerdas dan terlindungi di dunia digital

Editor: Handayat

Tag