PENAJAM PASER UTARA – Meita Ika Andiyani, mahasiswa program studi Teknik Sipil Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), kembali memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan KKN mandiri di salah satu proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Kali ini, ia membekali para staf proyek dengan strategi mengelola keuangan dan cara melihat peluang bisnis di tengah pesatnya pembangunan IKN.

Sosialisasi bertajuk “Cerdas Kelola Gaji, Jeli Intip Peluang Usaha di IKN” ini bertujuan agar hasil kerja keras para pekerja tidak sekadar “numpang lewat”, melainkan menjadi modal masa depan bagi keluarga.

 

Rumus 50-30-20 untuk Keuangan Sehat

Dalam paparannya, Meita memperkenalkan rumus sederhana 50-30-20 agar gaji pekerja tetap terkontrol selama tinggal di barak atau mess proyek. Pembagiannya adalah sebagai berikut:

  • 50% untuk kebutuhan pokok dan uang kiriman untuk keluarga di rumah.
  • 30% untuk keinginan atau biaya hiburan.
  • 20% wajib disisihkan sebagai tabungan atau modal usaha di masa depan.

Meita juga mendorong para pekerja untuk memanfaatkan teknologi dengan menggunakan aplikasi pencatat keuangan di ponsel pintar masing-masing agar setiap pengeluaran dapat terpantau dengan jelas.

 

Melihat Peluang Bisnis di Tengah Pembangunan IKN

IKN yang terletak di wilayah Kutai Kartanegara merupakan daerah yang berkembang sangat pesat dengan sumber daya melimpah. Meita menjelaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan pekerja untuk mulai berwirausaha. Beberapa ide usaha yang disarankan meliputi:

  •  
  • Jasa Digital: Membuka jasa dokumentasi foto atau video kemajuan proyek bagi vendor-vendor kecil.
  • Kuliner dan Logistik: Menyediakan katering atau camilan bagi sesama pekerja proyek yang jauh dari pasar.
  • Edukasi: Membuka kursus singkat keterampilan pertukangan atau teknik sipil dasar secara daring.

 

Promosi Digital Melalui “Virtual Expo”

Untuk memulai usaha tanpa harus memiliki toko fisik, Meita menyarankan penggunaan media sosial dan marketplace. Ia juga memperkenalkan konsep “Virtual Expo Pesona IKN” sebagai sarana promosi digital.

“Manfaatkan daya tarik IKN yang sedang menjadi sorotan dunia untuk menaikkan nilai jual usaha Anda,” ujar Meita. Dengan promosi digital, jangkauan pasar tidak hanya terbatas di area proyek saja, tetapi bisa menjangkau seluruh Indonesia.

Sebagai langkah awal, Meita berpesan agar pekerja peka terhadap kebutuhan rekan-rekan di sekitar proyek yang sulit ditemukan di IKN dan tetap konsisten dalam mencatat arus kas meskipun usaha dimulai dari skala kecil.

Editor: Handayat

Tag