JATENGKU.COM, DESA SURUHMahasiswa dari Tim 9 KKN Iptek Desa Binaan Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan yang berjudul ‘Cegah Gizi Buruk, Dukung Tumbuh Kembang: Pentingnya MPASI dan Imunisasi untuk Buah Hati’ pada hari Rabu, 6 Agustus 2025.

Program kerja ini dijalankan oleh tiga anggota tim, yang terdiri atas Maria Aberna Calista (Kedokteran), Hana Athaillah (Keperawatan), dan Karina Dhaniar Tjahjadi (Psikologi). Posyandu Balita Dusun Mesu, yang berlokasi di belakang Kantor Urusan Agama (KUA) Desa Suruh dipilih menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan karena program kerja ini memiliki sasaran para pengguna layanan posyandu, yakni anak di bawah lima tahun (balita) dan para orang tua balita tersebut.

Edukasi tentang Gizi dan Imunisasi untuk Balita

Kegiatan dimulai dari pembukaan oleh kader posyandu yang memperkenalkan para anggota tim KKN kepada ibu-ibu yang telah hadir. Setelah itu, anggota tim KKN mulai memberikan edukasi mengenai stunting (tinggi badan anak kurang dari tinggi badan yang ideal sesuai usianya), wasting (berat badan anak yang lebih rendah, sehingga tidak proporsional dengan tinggi badan), serta perbedaan antara keduanya. Dampak yang dapat terjadi karena stunting dan wasting dijelaskan pula, diikuti dengan tips untuk mencegah sang buah hati mengalami stunting dan wasting. Edukasi berlanjut dengan memaparkan pengertian imunisasi, penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, dan di umur berapa bulan imunisasi dasar lengkap perlu dipenuhi untuk balita. Manfaat-manfaat vitamin A juga diuraikan karena pada hari itu bersamaan dengan pemberian vitamin A yang dilakukan enam bulan sekali.

Tidak berhenti di situ, edukasi dilanjutkan dengan pengenalan lebih mendalam mengenai makanan pendamping air susu ibu (MPASI), seperti pentingnya MPASI untuk anak dan tanda-tanda anak sudah siap menerima MPASI. Panduan MPASI yang sesuai, meliputi meliputi tekstur yang tepat dan contoh menu MPASI yang seimbang juga diterangkan secara detail.

Gizi seimbang bukan hanya memberikan efek positif kepada kondisi fisik balita, tetapi berpengaruh pula kepada kejiwaannya. Oleh karena itu, turut dipaparkan berbagai keuntungan dari asupan gizi yang lengkap kepada perkembangan psikologis sang anak, antara lain kemampuan berpikir yang lebih optimal, motorik yang semakin aktif, dan emosi balita yang lebih terkendali. Penyampaian edukasi diakhiri dengan sesi tanya jawab dan pembagian leaflet yang berisi materi edukasi untuk para orang tua, supaya dapat dibaca di rumah serta diterapkan dengan baik untuk sang anak.

Pemeriksaan Visus Mata untuk Balita

Di samping pemberian edukasi kepada para orang tua balita, pemeriksaan visus mata atau ketajaman penglihatan untuk anak berusia 36-59 bulan juga dilaksanakan. Pemeriksaan visus mata ini menggunakan metode yang sederhana. Anak yang diperiksa ditempatkan sejauh sepuluh langkah dari optotype Snellen, lalu salah satu mata ditutup. Kemudian, anak tersebut diminta menunjukkan arah simbol ‘E’, menyesuaikan arah simbol yang ditunjuk oleh pemeriksa, baik ke kanan, kiri, atas, maupun bawah menggunakan potongan simbol ‘E’ yang sudah diberikan sebelumnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, semua balita yang diperiksa memiliki visus mata yang normal.

Selain melaksanakan edukasi dan pemeriksaan visus mata, anggota tim KKN juga membantu kader posyandu dalam memberikan vitamin A, serta mengukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala balita. Hasil pengukuran kemudian dicatat ke dalam buku KIA dan dicocokkan ke dalam grafik pertumbuhan.

“Alhamdulillah pada posyandu rutin kali ini mendapatkan ilmu baru dari penyuluhan anak-anak KKN Undip. Tentu ilmunya pasti bermanfaat untuk ibu-ibu di Dusun Mesu dan saya pribadi. Senang juga tadi dibantu untuk pelaksanaan posyandunya sama anak KKN. Semoga nanti ilmunya dapat terus dilakukan sama ibu-ibu di sini,” ujar Ibu Umi, salah satu kader posyandu yang bertugas.

Melalui kegiatan ini diharapkan para orang tua balita di Desa Suruh dapat menyediakan asupan gizi yang tepat dan seimbang secara berkelanjutan untuk sang anak, agar kondisi fisik dan psikisnya dapat berkembang secara maksimal sesuai standar usianya. Di samping itu, diharapkan pula selalu konsisten dalam menjaga kesehatan sistem indera sang anak, supaya kemampuan sensorinya tetap optimal.

Editor: Handayat