JATENGKU.COM, SUKOHARJO — Dalam rangka menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema “Kenali dan Pilah Sampahmu” di SD Negeri 02 Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis (17/07/2025) dengan diikuti secara antusias oleh siswa-siswi kelas 3 SD.

Sosialisasi ini dilakukan oleh Maria Carolina Lili Wijayanti, mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip, sebagai bagian dari program edukasi lingkungan dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Mengusung konsep belajar sambil bermain, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar pemilahan sampah secara sederhana, namun tetap bermakna dan aplikatif bagi anak-anak sekolah dasar.

Dalam pemaparannya, Lili memperkenalkan tiga jenis utama sampah yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  • Sampah Organik, seperti sisa makanan dan dedaunan, yang mudah terurai dan dapat dijadikan kompos,
  • Sampah Anorganik, seperti plastik, botol, dan kertas, yang dapat didaur ulang, serta
  • Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), seperti baterai, obat kadaluarsa, dan pecahan kaca, yang memerlukan penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan.

Penjelasan disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana serta disertai gambar dan contoh konkret yang relevan dengan lingkungan siswa. “Pemilahan sampah adalah langkah awal yang penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik atau kaleng dapat didaur ulang. Jika semua sampah tercampur, maka akan sulit untuk dikelola dan justru mencemari lingkungan,” jelas Lili kepada para siswa SDN 02 Plumbon.

Lili juga menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah agar anak-anak memahami bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil dan sederhana. “Mengenalkan konsep pemilahan sampah sejak usia dini penting untuk membentuk kebiasaan yang baik. Dengan memahami perbedaan sampah organik, anorganik, dan B3, anak-anak akan lebih sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mulai peduli terhadap dampaknya bagi lingkungan,” ujar Lili.

Tidak hanya sebatas penyampaian materi, kegiatan ini juga diselingi dengan permainan edukatif bertajuk “Tebak Sampah”. Dalam permainan ini, para siswa diminta mengidentifikasi jenis sampah dari benda-benda yang diperlihatkan, seperti kulit pisang, bungkus permen, atau baterai bekas. Suasana kelas menjadi hidup dan penuh antusiasme, dengan banyak siswa bersemangat menjawab dan berdiskusi secara aktif. Pendekatan interaktif ini terbukti efektif untuk menanamkan pemahaman secara menyenangkan.

Bangun Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Sosialisasikan Pemilahan Sampah di SDN 02 Plumbon

Salah satu guru kelas yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa KKN yang telah melibatkan sekolah dasar dalam program edukasi lingkungan. Ia menilai bahwa pendekatan yang dilakukan mampu menciptakan suasana belajar yang positif dan membekas dalam ingatan siswa.

“Anak-anak lebih mudah menerima pesan melalui pendekatan yang menyenangkan seperti ini. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan dan menjadi inspirasi untuk praktik langsung di lingkungan sekolah maupun luar sekolah,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, para siswa juga diajak untuk menyimpulkan kembali materi yang telah mereka pelajari dan diajak membuat komitmen kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya dan mulai memilah sampah dari rumah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal terbentuknya kebiasaan baik dalam pengelolaan sampah serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan generasi muda.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berharap bahwa nilai-nilai peduli lingkungan yang telah diperkenalkan tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran satu hari, tetapi dapat tertanam dalam perilaku siswa sehari-hari sebagai generasi penerus yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.

Penulis: Maria Carolina Lili Wijayanti, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Diponegoro

Editor: Handayat