JATENGKU.COM, BATANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IDBU Tim 50 dari Program Studi Peternakan Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan edukasi dan pelatihan dengan tema “Desinfektan Herbal Alami untuk Sanitasi Kandang Ramah Lingkungan” di Dusun Buntit, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang pada Minggu (13/7/2025)
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN dalam upaya membantu masyarakat, khususnya para peternak, untuk menerapkan praktik beternak yang lebih sehat dan berkelanjutan. Sanitasi kandang menjadi fokus utama karena kebersihan lingkungan pemeliharaan ternak sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan produktivitas hewan ternak.
Pada kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit. Salah satu pendekatan yang ditawarkan adalah penggunaan desinfektan berbahan herbal alami sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dan mudah dibuat.
Dalam penjelasannya, mahasiswa menyampaikan bahwa penggunaan desinfektan kimia memang efektif, namun dapat menimbulkan dampak negatif jika digunakan terus-menerus tanpa takaran yang tepat. Sisa bahan kimia bisa mencemari tanah, air, bahkan berdampak pada kesehatan ternak dan manusia dalam jangka panjang.
Sebagai solusinya, mahasiswa memperkenalkan penggunaan tanaman herbal seperti daun sirih, serai, jahe, dan jeruk nipis. Tanaman-tanaman ini mengandung zat antibakteri dan antijamur alami yang dapat digunakan sebagai bahan dasar desinfektan.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik langsung. Peternak diajak membuat desinfektan herbal dengan cara sederhana: mencampur dan merebus daun sirih, batang serai dan air. Setelah didinginkan, disaring dan diberi air jeruk nipis, larutan desinfektan dapat langsung digunakan untuk menyemprot bagian-bagian kandang, seperti lantai, dinding, dan peralatan pakan.

Respon positif ditunjukkan oleh para peternak yang hadir. Selain aktif dalam sesi diskusi salah satu peternak, Bapak Mubarok, mengaku baru mengetahui bahwa bahan-bahan dapur seperti daun sirih dan jahe bisa digunakan untuk desinfeksi kandang.
Di akhir kegiatan, peserta diberikan leaflet panduan pembuatan desinfektan herbal. Mahasiswa juga membuka sesi konsultasi bagi peternak yang ingin berdiskusi lebih lanjut mengenai sanitasi dan kesehatan ternak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat dapat lebih sadar pentingnya kebersihan kandang, serta mulai menerapkan cara-cara sederhana yang ramah lingkungan dalam usaha peternakan mereka.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi kecil yang berbasis potensi lokal dapat memberikan dampak positif yang besar, terutama dalam meningkatkan kualitas dan keberlanjutan usaha peternakan rakyat.
Penulis: Erma Yulieta Choirunnisa, Mahasiswa Jurusan Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro










