Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Tim 2 KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro (UNDIP) sukses menyelenggarakan program pojok literasi yang inovatif dan interaktif pada hari Sabtu, (2/8/2025) di RT 04/01 Dusun Ndukuh, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang. Kegiatan tersebut berlangsung di balai pertemuan RT 04/01 Dusun Ndukuh. Salah satu kegiatan dari Pojok Literasi tersebut adalah “Edukasi Mengenai Literasi dan Funfact Seputar Perpustakaan di Berbagai Belahan Dunia” oleh Ashya Kamila Puspa Wardhani atau akrab disapa dengan Kamila yaitu mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya.
Program yang bertajuk “Edukasi Mengenai Literasi dan Funfact Seputar Perpustakaan di Berbagai Belahan Dunia” ini dilatarbelakangi oleh sebuah realitas bahwa literasi merupakan kunci fundamental untuk beradaptasi dan berkembang di era modern. Namun, banyak individu, termasuk anak-anak, belum terekspos pada lingkungan yang kondusif untuk menumbuhkan minat baca dan eksplorasi pengetahuan. Kondisi ini diperparah oleh persepsi keliru yang menganggap perpustakaan sebagai institusi yang ketinggalan zaman, padahal di banyak negara, perpustakaan telah berevolusi menjadi pusat pengetahuan yang modern dan dinamis. Dengan pendekatan yang interaktif melalui kegiatan Pojok Literasi, Kamila berupaya tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi, tetapi juga memperkenalkan sisi lain dari perpustakaan yang belum banyak diketahui.
“Saya melihat adanya kesenjangan besar antara pentingnya literasi dan persepsi anak-anak tentang perpustakaan. Banyak yang masih menganggap perpustakaan itu tempat yang membosankan dan kuno. Melalui program ini, saya ingin menunjukkan bahwa perpustakaan di seluruh dunia itu dinamis dan penuh kejutan. Saya ingin mengubah pandangan itu sejak dini kepada anak-anak,” ujar Kamila.
Dalam acara Pojok Literasi, Kamila memulainya dengan sesi edukasi mengenai literasi. Materi yang terkandung yaitu mengenai pengertian literasi, jenis literasi, serta manfaat literasi. Dalam menjelaskan materinya Kamila juga memberi contoh literasi dalam kehidupan sehari-hari agar anak-anak mudah menerima materi yang disampaikan.
Setelah edukasi mengenai literasi, anak-anak dikenalkan pada berbagai funfact unik seputar perpustakaan, seperti perpustakaan berbentuk seperti UFO, perpustakaan tertua yang masih beroperasi hingga kini, dan perpustakaan tertinggi di dunia. Melalui metode ini, persepsi anak-anak tentang perpustakaan berhasil diubah dari tempat yang membosankan menjadi tempat yang asyik.
Sesi edukasi disampaikan secara interaktif dan atraktif. Sesi tersebut diselingi dengan beberapa pertanyaan yang terkait dengan materi agar anak-anak tetap berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Media yang digunakan dalam materi tersebut merupakan poster dengan desain yang cerah, penuh warna, dan ilustrasi karakter yang ramah anak. Melalui program ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam membangun semangat literasi sejak dini.
“Mudah-mudahan pojok literasi ini bisa bermanfaat untuk adik-adik di RT 4 khususnya, dan semoga ilmu yang diberikan juga berkah serta bermanfaat bagi seluruh warga di sini,” ujar Bu Ning selaku ketua PKK RT 04/01 (01/08).











