JATENGKU.COM, Klaten — Seringnya banjir yang terjadi di beberapa titik Desa Katekan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) untuk menyusun peta rawan bencana banjir pada Senin, 9 Februari 2026. Peta ini dibuat sebagai respons atas kondisi lapangan yang selama ini dirasakan langsung oleh warga, terutama saat musim hujan ketika air kerap menggenangi permukiman dan lahan di wilayah tertentu.
Penyusunan peta rawan banjir tersebut dilakukan oleh Khusnida Riarasti, mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP dari Program Studi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan. Proses pemetaan dimulai dengan penggalian informasi dari warga dan perangkat desa yang mengetahui riwayat kejadian banjir. Dari hasil penelusuran lapangan, diketahui bahwa wilayah rawa dan RW 1 menjadi area yang paling sering terdampak banjir.
Kondisi tersebut diperkuat oleh keterangan Kepala RW 1 yang menyampaikan bahwa banjir bukan lagi kejadian baru bagi warganya. “diwilayah saya sering terjadi banjir karena berada di dekat rawa, apalagi kalau hujan lama air biasanya mulai menggenang di beberapa titik,” tutur Kepala RW 1 saat memberikan keterangan kepada mahasiswa KKN. Informasi ini kemudian menjadi salah satu dasar utama dalam penentuan tingkat kerawanan banjir di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil pengumpulan data lapangan, peta rawan banjir Desa Katekan disusun ke dalam empat klasifikasi, yaitu wilayah tidak rawan banjir, rawan banjir rendah, rawan banjir sedang, dan rawan banjir tinggi. Klasifikasi ini memberikan gambaran visual mengenai perbedaan tingkat risiko banjir di tiap wilayah desa, sehingga dapat membantu masyarakat mengenali kondisi lingkungannya masing-masing.
Peta rawan banjir ini disusun untuk mendukung program kerja multidisiplin 1 KKN UNDIP, yakni kegiatan mitigasi bencana banjir dan gempa di Desa Katekan. Melalui peta tersebut, diharapkan warga dapat lebih memahami potensi risiko bencana di sekitarnya serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat.
Sebagai luaran kegiatan, peta rawan bencana banjir Desa Katekan kemudian diserahkan kepada Balai Desa Katekan untuk dijadikan arsip desa. Peta ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendukung perencanaan desa dalam upaya penanganan dan pengurangan risiko bencana, serta menjadi sumber informasi kebencanaan yang mudah dipahami oleh masyarakat.







