
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan kegiatan pengolahan wedang jahe bersama warga Desa Limbangan RT 02 RW 04, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja yang bertujuan mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat sekaligus melestarikan minuman tradisional berbahan dasar jahe.
Kegiatan berlangsung di lingkungan desa dengan melibatkan warga dari berbagai kalangan. Sejak pagi hari, mahasiswa KKN dan warga telah berkumpul untuk mempersiapkan bahan-bahan yang akan digunakan. Jahe segar yang dipilih merupakan jahe lokal hasil panen warga Desa Limbangan, sehingga kualitas dan kesegarannya terjamin. Selain jahe, bahan lain yang digunakan antara lain serai, daun pandan, dan gula merah.
Proses pembuatan wedang jahe dilakukan secara tradisional agar cita rasa khasnya tetap terjaga. Tahap awal dimulai dengan membakar jahe di atas bara api hingga aroma wangi jahenya semerbak. Proses pembakaran ini bertujuan untuk mengeluarkan minyak alami jahe sehingga menghasilkan rasa yang lebih hangat dan aroma yang kuat. Setelah cukup matang, jahe kemudian ditumbuk secara manual hingga sedikit hancur.
Tahap selanjutnya adalah merebus jahe yang telah ditumbuk bersama serai yang dimemarkan, daun pandan, dan gula merah. Seluruh bahan direbus dalam air mendidih hingga warna air berubah kecokelatan dan aroma harum menyebar di sekitar lokasi kegiatan. Selama proses perebusan, mahasiswa KKN UPGRIS menjelaskan kepada warga mengenai takaran bahan yang tepat serta manfaat masing-masing rempah yang digunakan.
Suasana kebersamaan tampak jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Warga RT 02 RW 04 dengan antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan wedang jahe, sambil berbincang santai dan berbagi pengalaman. Mahasiswa KKN UPGRIS pun aktif berdiskusi dengan warga mengenai potensi pengembangan wedang jahe sebagai produk rumahan yang memiliki nilai ekonomi.
Ketua kelompok KKN UPGRIS Desa Limbangan, Sa’adiah Nitamalili, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan kembali minuman tradisional, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat. “Wedang jahe mudah dibuat dengan bahan yang tersedia di sekitar kita. Harapannya, warga bisa mengembangkan ini sebagai peluang usaha kecil,” ujarnya.
Setelah proses perebusan selesai, wedang jahe disaring dan disajikan hangat kepada seluruh peserta kegiatan. Warga tampak menikmati minuman tersebut sambil merasakan kehangatan yang dihasilkan. Banyak warga mengaku senang karena cara pembuatan yang diajarkan berbeda dan menghasilkan aroma jahe yang lebih kuat serta rasa yang lebih nikmat.
Salah satu warga Desa Limbangan, ibu Ummu mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan mahasiswa KKN UPGRIS. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengetahuan baru sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga. “Cara membakar jahe dulu sebelum direbus membuat rasanya lebih enak. Ini bisa kami praktikkan di rumah,” tuturnya.
Melalui kegiatan pengolahan wedang jahe ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap dapat meninggalkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Limbangan. Tidak hanya menghadirkan kehangatan dari secangkir wedang jahe, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap potensi lokal desa.






