JATENGKU.COM, KLATEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 44 Universitas Diponegoro yang ditempatkan di Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, melaksanakan program kerja untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan strategi bisnis.

Mahasiswa Sekolah Vokasi, Akuntansi Perpajakan melaksanakan dua program unggulan yang dijalankan yaitu “Digitalisasi Pencatatan Keuangan UMKM dengan SI APIK” oleh Risca Eka Yanti dan “Pricing Strategy for Growth: UMKM Tumbuh Lewat Harga Jual Cerdas” oleh Arfa Aghni Fadli, yang keduanya dilaksanakan pada 30 Juli 2025.

Risca Eka Yanti memfokuskan programnya pada pengenalan dan pendampingan penggunaan aplikasi SI APIK kepada tiga pelaku UMKM Desa Gatak: Bu Santi (usaha Lumpis Duleg), Mas Yusuf (jasa bengkel), dan Mbak Latifa (jasa desain). Kegiatan dimulai dengan sosialisasi manfaat pencatatan keuangan digital, pembagian leaflet panduan, pendampingan instalasi aplikasi, hingga simulasi pencatatan transaksi sesuai jenis usaha masing-masing.

Melalui program ini, pelaku UMKM diharapkan mampu mengelola keuangan secara rapi, memantau arus kas, dan membuat laporan sederhana yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan usaha. “Memang butuh waktu agar terbiasa, tapi dengan pencatatan digital, data keuangan akan lebih akurat. Saya juga memberikan kontak saya di leaflet agar pelaku UMKM bisa menghubungi kapan saja jika ada kendala,” ujar Risca.

Mahasiswa KKN Undip berfoto bersama Bu Santi, pemilik usaha Lumpia Duleg, di Desa Gatak, Klaten. Kegiatan ini merupakan bagian dari program digitalisasi pencatatan keuangan UMKM menggunakan aplikasi SI APIK.

Salah satu peserta, Mas Yusuf, mengungkapkan kesannya setelah mencoba aplikasi ini. “Awalnya agak ribet karena harus mengisi semua transaksi satu per satu. Tapi setelah paham alurnya, ternyata lebih memudahkan, apalagi kalau mau cek untung rugi. Jadi tidak bingung lagi uang keluar masuknya untuk apa saja,” tuturnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Arfa Aghni Fadli melaksanakan program Pricing Strategy for Growth yang mengajarkan pelaku UMKM cara menetapkan harga jual produk dan jasa secara tepat. Sosialisasi berfokus pada perhitungan harga jual berdasarkan biaya produksi, margin keuntungan, kondisi pasar, dan daya beli konsumen.

Peserta diajak melakukan simulasi langsung menggunakan data usaha mereka, baik untuk produk kuliner maupun jasa. Dengan metode ini, pelaku UMKM dapat menemukan harga jual yang kompetitif namun tetap menguntungkan. “Harga jual yang tepat adalah salah satu kunci pertumbuhan. Dengan menghitung harga secara cerdas, UMKM bisa menjaga kualitas produk sekaligus memastikan keuntungan yang layak,” ungkap Arfa.

Salah satu pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan ini, yaitu Ibu Santi menyampaikan manfaat yang dirasakan. “Dulu saya menentukan harga cuma ikut-ikutan atau perkiraan saja. Setelah tahu cara menghitung HPP dan mempertimbangkan semua biaya, saya jadi lebih yakin menentukan harga jual. Sekarang saya bisa pastikan harga yang saya pasang tetap bersaing tapi tidak merugikan usaha,” ujarnya.

Kegiatan yang dijalankan oleh mahasiswa kelompok 3 KKN-T IDBU 44 UNDIP ini mendapatkan respon positif dari para pelaku UMKM yang terlibat. Mereka mengaku terbantu dengan adanya pendampingan langsung dan materi yang disampaikan secara sederhana namun aplikatif.

Melalui kombinasi digitalisasi pencatatan keuangan dan strategi penetapan harga jual yang tepat, UMKM di Desa Gatak diharapkan dapat mengelola usaha secara lebih profesional, meningkatkan efisiensi, dan memperluas peluang pasar. Kedua program ini menjadi langkah awal yang konkret dalam membangun pondasi bisnis yang lebih kuat, sehingga pelaku usaha mampu bersaing dan bertahan di tengah dinamika pasar yang semakin kompetitif.

Editor: Handayat