JATENGKU.COM, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) monodisiplin dari Jurusan Arsitektur, Iman Aula Amzah Mas, melaksanakan kegiatan perancangan fasilitas Koperasi Merah Putih sebagai bentuk kontribusi keilmuan dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa. Program ini difokuskan pada penyusunan desain arsitektur koperasi yang mampu mengakomodasi kebutuhan layanan dasar masyarakat secara terpadu dan berkelanjutan.
Rencana lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih ditetapkan di belakang TK Pertiwi, dengan luas site mencapai 1.000 m² dan dimensi 40 x 25 meter. Dari luasan tersebut, dirancang bangunan koperasi dengan luas 625 m² berdimensi 25 x 25 meter, yang disesuaikan dengan kebutuhan ruang dan potensi pengembangan kawasan di sekitarnya.



Secara fungsional, bangunan koperasi dirancang untuk mewadahi beberapa fasilitas utama, meliputi toko pupuk, toko sembako, apotek dan klinik, ruang gudang penyimpanan, serta satu ruang rapat dengan kapasitas 8 orang. Pembagian ruang dirancang agar mendukung aktivitas operasional koperasi secara efisien, nyaman, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan dimulai pada tanggal 15 Januari dengan kegiatan asistensi awal yang membahas kebutuhan dan konsep dasar Koperasi Merah Putih bersama pihak terkait. Selanjutnya, pada tanggal 17 Januari dilakukan survei lokasi (site survey) untuk mengidentifikasi kondisi eksisting lahan, aksesibilitas, serta potensi lingkungan sekitar. Proses perancangan dilanjutkan dengan asistensi kedua pada tanggal 22 Januari untuk penyempurnaan desain berdasarkan hasil survei dan masukan dari pihak koperasi. Asistensi final dilaksanakan pada 25 Januari, sekaligus menjadi tahapan akhir perancangan.

Sebagai luaran dari kegiatan KKN monodisiplin ini, dilakukan penyerahan buku hasil desain Koperasi Merah Putih, yang berisi konsep perancangan, pembagian ruang, serta gambaran visual bangunan. Diharapkan desain ini dapat menjadi acuan dalam proses pembangunan koperasi ke depannya dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pelayanan serta perekonomian masyarakat setempat.







