JATENGKU.COM, KlatenMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 melaksanakan serangkaian program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berfokus pada percepatan digitalisasi usaha. Program ini meliputi edukasi penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran digital, pengelolaan persediaan dan manajemen stok, serta peningkatan visibilitas UMKM melalui Google Maps.

Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Digitalisasi UMKM Desa Ceporan melalui Edukasi QRIS, Manajemen Stok, dan Google Maps

Salah satu kegiatan utama adalah edukasi dan pendampingan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang dilaksanakan oleh Adinda Rizka Salsabilla, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UNDIP. Program ini bertujuan meningkatkan literasi digital pelaku UMKM sekaligus memperluas akses transaksi nontunai yang praktis dan aman. Dalam kegiatan ini, pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai konsep QRIS, manfaatnya bagi usaha, serta langkah pendaftaran dan penggunaannya.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia dan pentingnya adaptasi UMKM terhadap teknologi. Selanjutnya, mahasiswa melakukan demonstrasi langsung pembuatan dan aktivasi QRIS melalui ponsel pintar, disertai simulasi transaksi agar pelaku usaha lebih percaya diri dalam mengimplementasikannya. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan praktik langsung. Salah satu pelaku UMKM menyampaikan bahwa penggunaan QRIS memudahkan pelanggan melakukan pembayaran tanpa uang tunai dan mempercepat proses transaksi.

Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Digitalisasi UMKM Desa Ceporan melalui Edukasi QRIS, Manajemen Stok, dan Google Maps

Selain edukasi pembayaran digital, mahasiswa KKN UNDIP juga melaksanakan program edukasi pengelolaan persediaan dan manajemen stok pada UMKM warung kelontong. Program ini dilaksanakan oleh Affiamy Novarissa, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik, Sekolah Vokasi UNDIP. Kegiatan ini berangkat dari hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha belum memiliki sistem pencatatan stok yang terstruktur.

Edukasi dilakukan dengan metode door-to-door melalui pengenalan penggunaan kartu stok (stock card) dan tabel pencatatan sederhana untuk mencatat barang masuk, barang keluar, serta sisa persediaan. Agar lebih mudah dipahami, pelaku UMKM diajak praktik langsung menggunakan contoh barang dagangan mereka. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa menyerahkan kartu stok dan poster panduan agar dapat digunakan secara berkelanjutan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Digitalisasi UMKM Desa Ceporan melalui Edukasi QRIS, Manajemen Stok, dan Google Maps

Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Digitalisasi UMKM Desa Ceporan melalui Edukasi QRIS, Manajemen Stok, dan Google Maps

Program pemberdayaan UMKM ini juga dilengkapi dengan kegiatan peningkatan visibilitas usaha melalui optimalisasi Google Maps, yang dikoordinasikan oleh Gilang Ahmad Purnama Muharram, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNDIP. Kegiatan ini bertujuan membantu UMKM agar lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan secara digital, baik oleh warga lokal maupun pendatang.

Pendampingan dilakukan melalui pendataan usaha, pengambilan foto lokasi dan produk, serta pembuatan dan optimalisasi titik lokasi UMKM di Google Maps. Mahasiswa juga memberikan edukasi terkait penulisan deskripsi usaha yang menarik dan pengelolaan informasi usaha agar dapat dikelola secara mandiri oleh pelaku UMKM.

Melalui rangkaian program tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berharap pelaku UMKM di Desa Ceporan mampu meningkatkan efisiensi transaksi, kerapihan manajemen usaha, serta memperluas jangkauan pasar secara digital. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Universitas Diponegoro dalam mendukung penguatan ekonomi desa dan percepatan transformasi digital UMKM sesuai dengan perkembangan zaman.

Penulis: Adinda, Affi, Gilang

Editor: Handayat

Tag