JATENGKU.COM, KlatenMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan briket dari sekam padi di Desa Katekan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, pada 1 Februari 2026. Program ini bertujuan memanfaatkan limbah pertanian sekaligus mengenalkan energi alternatif yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan oleh masyarakat desa.

Desa Katekan merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani padi. Tingginya produksi padi secara langsung menghasilkan limbah sekam padi dalam jumlah besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan kerap dibuang atau dibakar. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN Undip untuk mengolah sekam padi menjadi briket yang memiliki nilai guna serta berpotensi mengurangi pencemaran lingkungan.

Kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan briket ini dilaksanakan di salah satu rumah kelompok tani RW 03 Desa Katekan. Dalam kegiatan tersebut, warga diperkenalkan mulai dari pengenalan bahan baku hingga proses pembuatan briket secara sederhana agar dapat dipraktikkan secara mandiri.

Adapun proses pembuatan briket dari sekam padi yang disosialisasikan kepada warga meliputi beberapa tahapan, yaitu:

  • Persiapan bahan

Sekam padi dikeringkan terlebih dahulu di bawah sinar matahari selama sekitar 1–2 hari hingga benar-benar kering. Tahap ini bertujuan untuk mengurangi kadar air agar proses pembakaran berjalan optimal.

  • Pembakaran sekam padi

Sekam padi yang telah kering kemudian dibakar dengan pengawasan hingga berubah menjadi arang, bukan menjadi abu, sehingga kualitas bahan baku tetap terjaga.

  • Penghalusan arang

Arang sekam padi yang dihasilkan dihaluskan hingga berbentuk serbuk, baik menggunakan cobek dan ulekan maupun chopper agar lebih praktis.

  • Pencampuran bahan perekat

Serbuk arang dicampurkan dengan tepung tapioka yang telah dilarutkan dengan air sebagai bahan perekat, lalu diaduk hingga membentuk adonan yang tercampur merata.

  • Pencetakan dan pengeringan

Adonan briket kemudian dicetak sesuai bentuk yang diinginkan dan dikeringkan kembali di bawah sinar matahari atau menggunakan oven pengering hingga mengeras.

  • Pengemasan briket

Briket yang telah kering selanjutnya dikemas secara sederhana namun rapi untuk menjaga kualitas, memudahkan penyimpanan, serta membuka peluang pemasaran sebagai produk energi alternatif.

Foto briket yang sedang dikeringkan setelah dicetak.

Salah satu mahasiswa KKN Undip dari Jurusan Teknik Kimia, Tenisyah Ramadhani, menyampaikan bahwa sekam padi memiliki potensi besar untuk diolah menjadi briket karena mudah diperoleh dan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar konvensional. “Melalui pemanfaatan sekam padi ini, kami berharap limbah pertanian tidak lagi terbuang sia-sia, tetapi dapat menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ibu Rahayu Trimaningsih, selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kecamatan Gantiwarno. Kehadiran PPL memberikan dukungan serta motivasi kepada warga agar inovasi pemanfaatan limbah pertanian ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan.

Respons warga RW 03 Desa Katekan terhadap kegiatan ini terbilang sangat positif. Warga tampak antusias mengikuti sosialisasi dan praktik pembuatan briket, serta aktif berdiskusi mengenai pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sebagai peluang usaha skala kecil.

Melalui program KKN Undip ini, diharapkan pemanfaatan sekam padi sebagai briket dapat menjadi solusi alternatif dalam pengelolaan limbah pertanian sekaligus membuka peluang penggunaan energi alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan bagi masyarakat Desa Katekan.

Editor: Handayat

Tag