JATENGKU.COM, KAB. SEMARANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Iptek Desa Binaan UNDIP (KKN-T IDBU) Tim 9 Universitas Diponegoro melaksanakan program Optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.
Program ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah desa melalui dua inovasi utama: pembuatan peta rute optimasi pengambilan sampah dan inisiasi bank sampah berbasis wilayah berpotensi pilah sampah rumah tangga.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya volume sampah rumah tangga di Desa Suruh yang dikelolah oleh TPS3R Rahayu Camana, namun belum sepenuhnya terkelola secara optimal. Meskipun telah tersedia TPS3R, proses pemilahan dan pengangkutan sampah masih belum ideal, mulai dari rute pengambilan yang belum efisien hingga kurangnya kesadaran warga dalam memilah sampah dari rumah.
Melalui program KKN-T IDBU Tim 9 UNDIP, mahasiswa bersama pemerintah desa dan masyarakat berupaya menghadirkan solusi berupa peta rute optimasi pengangkutan sampah serta bank sampah sebagai media penampungan dan pengelolaan sampah terpilah.
Peta Rute Optimalisasi Pengambilan Sampah
Tim KKN membuat peta rute pengambilan sampah yang memetakan rute paling efektif bagi petugas TPS3R. Peta ini disusun berdasarkan kondisi jalan, jarak tempuh, sebaran rumah warga, dan titik pengumpulan sampah. Dengan adanya peta ini, diharapkan proses pengangkutan menjadi lebih hemat waktu, bahan bakar, dan tenaga.

“Menurut saya adanya peta optimalisasi ini sangat efektif karena dapat membantu teman-teman petugas lainnya terkait rute yang terbaik dan tidak bingung mencari satu persatu” ujar Pak Jarwo Kukuh, Petugas TPS3R Rahayu Camana Desa Suruh.
Inisiasi Bank Sampah Berbasis Wilayah
Bank sampah ini dirancang dengan sistem pengelolaan berbasis wilayah, di mana masyarakat dapat menyetorkan sampah anorganik yang sudah dipilah dari rumah masing-masing. Sampah anorganik yang dapat disetorkan dapat berupa botol atau gelas plastik, lalu kardus atau kertas. Sampah yang terkumpul akan ditimbang dan dicatat sebagai tabungan, yang nantinya dapat ditukar dengan nilai ekonomis atau kebutuhan rumah tangga.

Selain memfasilitasi penampungan, tim KKN juga membuat desain fisik bank sampah yang ramah lingkungan dan mudah diakses. Desain ini mempertimbangkan kapasitas, tata letak ruang penyimpanan, dan kemudahan operasional oleh pengelola TPS3R Desa Suruh. Bank sampah tersebut diletakkan di Lapangan Cangkring Indah yang ramai dikunjungi oleh warga desa.


“Dengan adanya bank sampah ini bisa semoga bisa memotivasi warga agar menabung dari sampah. Selain itu, program ini dapat menjadi contoh untuk muda-mudi dalam mengolah sampah.” ucap Bu Siti Masuibah, sebagai salah satu warga pengguna manfaat TPS3R dan Bank Sampah Dusun Kauman, Desa Suruh.

Melalui inisiasi ini, diharapkan bank sampah dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam mengurangi beban TPS3R sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah. Pemerintah desa menyambut baik program ini dan berkomitmen mendukung operasional bank sampah agar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Suruh.











