Di era digital saat ini, pengelolaan arsip desa dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar informasi dapat diakses secara lebih mudah, cepat, dan berkelanjutan. Dusun Cluwuk, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang menjadi salah satu wilayah yang mulai menerapkan digitalisasi arsip desa sebagai langkah inovatif dalam menjaga dan mendokumentasikan kegiatan desa.
Program digitalisasi arsip ini merupakan gagasan dan implementasi dari Indiana Jatukrisna Prima Rosa, Jurusan Informasi dan Humas Konsentrasi Kearsipan, Sekolah Vokasi, mahasiswi KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) Subtim 65 Tim 1 yang sedang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Cluwuk. Melalui program ini, tim KKN UNDIP berupaya memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi desa, khususnya dalam pengelolaan dokumentasi kegiatan desa yang sebelumnya masih bersifat konvensional.
Permasalahan utama dalam pengarsipan manual meliputi keterbatasan ruang penyimpanan, risiko kerusakan arsip, serta sulitnya akses informasi bagi masyarakat. Menanggapi hal tersebut, KKN UNDIP menghadirkan inovasi berupa barcode (QR Code) yang terintegrasi dengan Linktree Desa Cluwuk sebagai media penyimpanan dan akses arsip digital.
Melalui pemindaian barcode, masyarakat maupun perangkat desa dapat dengan mudah mengakses Linktree Desa Cluwuk yang memuat berbagai arsip kegiatan desa, salah satunya dokumentasi revitalisasi Taman Desa Cluwuk. Arsip digital tersebut disajikan dalam bentuk foto, video, serta uraian kegiatan yang tersusun secara sistematis dan mudah dipahami.
Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan arsip desa, memperluas akses informasi, serta mendukung transparansi kegiatan desa. Dengan adanya digitalisasi arsip berbasis barcode terintegrasi Linktree, KKN UNDIP tidak hanya menghadirkan solusi teknologi, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong Desa Cluwuk menjadi desa yang lebih adaptif terhadap perkembangan digital dan memiliki sistem dokumentasi yang berkelanjutan.











