JATENGKU.COM, Klaten — Dalam rangka mendukung penerapan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan di tingkat desa, telah disusun Peta Titik Tungku Sampah Desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Peta ini menjadi salah satu upaya pemetaan fasilitas pendukung pengelolaan energi alternatif berbasis masyarakat.

Peta Titik Tungku Sampah ini disusun oleh Tim KKN Universitas Diponegoro Kelompok 93 sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Jumat, 23 Januari 2026. Tungku Sampah merupakan teknologi tungku hemat energi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembakaran, mengurangi penggunaan bahan bakar, serta menekan emisi asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat tiga titik Tungku Sampah yang tersebar di wilayah Desa Jogoprayan. Penempatan titik-titik tersebut mempertimbangkan lokasi permukiman warga, aksesibilitas melalui jaringan jalan lokal, serta kemudahan pemanfaatan oleh masyarakat sekitar.

Selain menunjukkan lokasi Tungku Sampah, peta ini juga dilengkapi dengan informasi pendukung seperti jaringan jalan lokal, jalan setapak, aliran sungai, batas administrasi desa, serta lokasi Kantor Desa Jogoprayan. Informasi tersebut berfungsi untuk memudahkan identifikasi lokasi serta mendukung perencanaan pengembangan fasilitas serupa di masa mendatang.

Secara administratif, Desa Jogoprayan berbatasan dengan Kecamatan Pecalungan, Kecamatan Blado, dan Kecamatan Reban. Dengan posisi yang strategis tersebut, keberadaan Tungku Sampah diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi ramah lingkungan yang dapat direplikasi di wilayah sekitar.

Peta ini disusun menggunakan sistem proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM) Zona 49S dengan datum WGS 1984, sehingga memiliki ketelitian spasial yang baik dan dapat digunakan sebagai dokumen pendukung dalam perencanaan pembangunan desa berbasis lingkungan.

Melalui penyusunan Peta Titik Tungku Sampah ini, diharapkan masyarakat Desa Jogoprayan semakin mengenal dan memanfaatkan teknologi hemat energi yang ramah lingkungan. Ke depan, peta ini dapat dikembangkan melalui kegiatan sosialisasi serta integrasi dengan program pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Editor: Handayat

Tag