JATENGKU.COM, BATANG — Pembangunan desa di era modern tidak lagi hanya bergantung pada perencanaan manual, tetapi juga membutuhkan dukungan data yang akurat dan terintegrasi. Menjawab kebutuhan tersebut, salah satu mahasiswa KKN-R Universitas Diponegoro Tim 64 dari program studi Teknik Geodesi, Ardiva Azzahwa Putra, melaksanakan program pemetaan tutupan lahan di Desa Wringingintung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.
Program ini hadir sebagai upaya nyata dalam membantu pemerintah desa memiliki basis data spasial yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Melalui pemetaan tutupan lahan, kondisi penggunaan lahan desa dapat dipetakan secara menyeluruh dan sistematis, sehingga mampu memberikan gambaran nyata mengenai karakteristik wilayah Desa Wringingintung saat ini.
Kegiatan pemetaan dilakukan melalui beberapa tahapan teknis yang saling terintegrasi. Proses diawali dengan pengumpulan data shapefile RBI sebagai data dasar pemetaan. Selanjutnya, dilakukan survei lapangan untuk memastikan kesesuaian antara data awal dengan kondisi aktual di lapangan. Tahapan akhir dilakukan melalui digitasi on-screen untuk menghasilkan peta tematik tutupan lahan desa yang akurat dan informatif.
Survei lapangan menjadi salah satu tahapan krusial dalam program ini. Melalui observasi langsung, mahasiswa dapat mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan yang mungkin belum tercatat dalam data sebelumnya. Interaksi dengan masyarakat dan perangkat desa juga memberikan gambaran tambahan mengenai dinamika pemanfaatan ruang yang terjadi di desa.
Hasil dari pemetaan ini menggambarkan berbagai jenis tutupan lahan yang ada di Desa Wringingintung, mulai dari kawasan permukiman, lahan pertanian, fasilitas umum, hingga area terbuka lainnya. Informasi ini menjadi penting karena dapat membantu desa dalam memahami pola perkembangan wilayah secara lebih komprehensif.
Lebih dari sekadar produk peta, program ini juga membawa manfaat jangka panjang bagi desa. Data spasial yang dihasilkan dapat menjadi dasar dalam berbagai proses perencanaan pembangunan, seperti penentuan prioritas pembangunan infrastruktur, pengelolaan tata ruang desa, hingga perencanaan pembangunan berkelanjutan yang lebih terarah dan berbasis data. Koordinasi aktif dengan perangkat desa juga menjadi bagian penting selama proses pelaksanaan kegiatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa luaran program benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa serta dapat langsung dimanfaatkan dalam kegiatan administrasi maupun perencanaan pembangunan desa ke depan.

Sekretaris Desa Wringingintung, Kaelani, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program pemetaan tutupan lahan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Undip. Menurutnya, keberadaan data spasial desa menjadi kebutuhan penting dalam mendukung proses perencanaan pembangunan yang lebih terarah.
“Program pemetaan tutupan lahan ini sangat membantu pemerintah desa, terutama dalam memahami kondisi wilayah secara lebih detail. Dengan adanya peta ini, kami memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai penggunaan lahan di Desa Wringingintung,” ujar Kaelani. Ia juga menambahkan bahwa data hasil pemetaan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh perangkat desa, baik dalam perencanaan pembangunan, pengelolaan tata ruang, maupun dalam pengambilan keputusan berbasis data.
Lebih lanjut, pihak pemerintah desa juga mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN yang telah mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung untuk membantu kebutuhan desa. “Kehadiran mahasiswa KKN memberikan dampak positif, tidak hanya dalam bentuk program kerja, tetapi juga dalam transfer pengetahuan dan pemanfaatan teknologi untuk pembangunan desa,” tutup Kaelani.
Melalui program ini, diharapkan Desa Wringingintung dapat memiliki sistem data spasial yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Keberadaan data tersebut tidak hanya berguna untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga dapat menjadi fondasi perencanaan pembangunan desa di masa depan yang lebih maju, terencana, dan berkelanjutan.











