JATENGKU.COM, Sukoharjo  – Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan sejak usia dini, Adam Ramadhan, seorang mahasiswa Akuntansi dari Universitas Diponegoro (Undip), menggelar program sosialisasi kemasyarakatan (sosmas) yang menyasar siswa sekolah dasar.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN-T IDBU 29, Desa Plumbon) ini dilaksanakan pada Kamis (17/07/2025) yang berlokasi di kelas 5 SDN 1 Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

Mengusung tema “Master Plan Keuangan”, Adam membawakan materi dengan cara yang menyenangkan dan interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak berusia sekitar 10 tahun. Ia menjelaskan pentingnya membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants).

“Kebutuhan adalah sesuatu yang mutlak diperlukan untuk bertahan hidup, seperti makanan dan minuman. Jika tidak terpenuhi, akan ada dampak negatif yang signifikan. Sementara itu, keinginan adalah sesuatu yang membuat hidup lebih nyaman atau bergengsi, tetapi tidak esensial untuk kelangsungan hidup,” jelas Adam kepada para siswa dan siswi.

Untuk mempermudah pemahaman, Adam membagikan CoCard kecil yang juga distreples dengan permen dan ciki kecil kepada seluruh siswa. CoCard tersebut merangkum beberapa poin utama, antara lain:

  • Alokasi Pengeluaran Ideal: Diperkenalkan metode alokasi 40-30-20-10 yang dianjurkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yaitu 40% untuk kebutuhan utama, 30% untuk investasi atau tabungan, 20% untuk kebutuhan pribadi atau hiburan (me time), dan 10% untuk kebaikan atau kegiatan keagamaan (charity).
  • Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan: Penjelasan definisi dasar serta indikator untuk membedakan keduanya, seperti urgensi dan dampak jika diabaikan.
  • Cara Mitigasi Keinginan Berlebih: Siswa diajarkan strategi sederhana seperti membuat anggaran, menetapkan prioritas, dan berpikir jangka panjang sebelum membelanjakan uang.

Agar suasana tetap hidup dan partisipatif, Adam menggunakan contoh-contoh yang relevan dengan dunia anak-anak, seperti keinginan untuk membeli mainan baru atau skin dalam game, dan jajan dibandingkan dengan kebutuhan membeli buku pelajaran.

Sesi kuis interaktif disambut meriah oleh para siswa. Beberapa peserta terbaik mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif dan pemahaman mereka terhadap pengelolaan keuangan.

Di akhir sesi, sebuah sesi permainan (games) dan kuis interaktif diadakan untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Pertanyaan kuis mencakup alokasi dana untuk kebutuhan primer, contoh kebutuhan, serta perbedaan mendasar antara kebutuhan dan keinginan. Antusiasme siswa terlihat tinggi, terlebih dengan disediakannya hadiah bagi tiga orang pemenang pada tiap sesinya.

Mahasiswa KKN bersama siswa dan guru SDN 1 Plumbon berfoto bersama setelah pelaksanaan kegiatan sosialisasi. Edukasi ini diharapkan menjadi fondasi awal pembentukan literasi keuangan sejak dini.

Kegiatan ini diharapkan dapat membekali para siswa SDN 1 Plumbon dengan pengetahuan dasar mengenai pengelolaan keuangan yang baik, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial di masa depan.

Penulis: Adam Ramadhan, Mahasiswa Akuntansi, Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing Lapangan:
Dr. Cahya Tri Purnami, S.KM., M.Kes.
dr. Farmaditya Eka Putra, M.Si.Med., Ph.D
Prof. Dr. Ir. Suharyanto, M.Sc.
Novia Sari Ristanti, S.T., M.T.

Editor: Handayat