JATENGKU.COM, SEMARANG — Pada hari Kamis, 24 Juli 2025, suasana di SD Negeri Pedurungan Kidul 02 terasa berbeda dari biasanya. Kelas 5A dan 5B mendapat kunjungan istimewa dari saya, Syaifuddin Ghoni, mahasiswa Ilmu Kelautan dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNDIP. Dalam rangka menjalankan program kerja Sosial Masyarakat (Sosmas) KKN-T 104 Pedurungan Kidul, saya mengajak adik-adik di sekolah ini untuk mengenal lebih dekat ekosistem laut tropis Indonesia melalui kegiatan edukatif bertema “Dunia Bawah Laut yang Menakjubkan.”

Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, di ruang kelas yang saya ubah menjadi ruang belajar penuh semangat. Dengan bantuan presentasi visual, video singkat, dan diskusi santai, anak-anak diajak menyelami kekayaan laut Indonesia yang luar biasa. Saya mengenalkan mereka pada tiga ekosistem utama laut tropis, yaitu mangrove, lamun, dan terumbu karang, serta peran penting masing-masing dalam menjaga keseimbangan alam.

Syaifuddin Ghoni, mahasiswa Ilmu Kelautan UNDIP, memaparkan materi tentang ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang kepada siswa kelas 5 SDN Pedurungan Kidul 02.

Anak-anak belajar bahwa mangrove adalah hutan pinggir laut yang akarnya jadi tempat hidup ikan kecil dan kepiting, serta melindungi pantai dari abrasi. Lamun, tumbuhan seperti rumput yang tumbuh di dasar laut dangkal, berfungsi sebagai makanan penyu dan dugong, serta menjaga kejernihan air laut.

Sedangkan terumbu karang adalah kota sibuk di bawah laut, tempat tinggal ikan, bintang laut, dan udang. Semua makhluk ini saling bergantung satu sama lain dalam sebuah ekosistem yang harmoni.

Untuk membuat suasana lebih seru, saya mengadakan kuis ringan dengan hadiah kecil sebagai penyemangat. Anak-anak sangat antusias menjawab pertanyaan seperti, “Siapa yang memakan lamun?”, atau “Apa fungsi pohon mangrove bagi pantai?”. Tidak hanya menjawab, mereka juga semangat ketika diminta menulis pesan untuk laut. Ada yang menulis, “Jangan kotori laut, biar ikan tetap senang,” dan ada pula yang berpesan, “Aku ingin laut tetap bersih supaya penyu tidak punah.”

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga laut. Indonesia adalah negara maritim dengan lautan luas yang menyimpan jutaan potensi hayati. Namun jika kita tidak menjaga bersama-sama, laut akan mengalami kerusakan yang merugikan generasi mendatang.

Saya tidak sendiri dalam kegiatan ini. Kegiatan didampingi oleh guru kelas dan tentu saja mendapat dukungan dari para dosen pembimbing KKN, yaitu Ibu Riris Tiani, S.S., M.Hum. dan Bapak Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum. Bersama mereka, saya berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan membekas bagi para siswa.

Melalui kegiatan ini, saya semakin yakin bahwa edukasi lingkungan bisa dimulai dari anak-anak. Dengan pendekatan yang tepat, mereka tidak hanya memahami materi, tapi juga mulai mencintai laut dan berjanji untuk menjaganya. Sebab, seperti yang kami bahas bersama di kelas, ekosistem laut itu seperti tim: kalau satu rusak, semuanya bisa ikut terganggu.

Editor: Handayat