JATENGKU.COM, Kebumen – Sebanyak 40 peserta terdiri dari balita, ibu hamil dan ibu menyusui mengikuti kegiatan edukasi stunting dan pembuatan aquaponic yang bertempat di Aula Balai Desa Kuwayuhan pada Senin, 26 Januari 2026 yang diselenggarakan oleh tim mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Tidar.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Kuwayuhan H. Akhmad Mujamil Mustofa, S. Sos, Ketua Kader yang diwakilkan, Sri Mulyanti, dan Ahli gizi Puskesmas Pejagoan Rifa Rihadatu Aisi, A. Md. Gz.
Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai edukasi kepada masyarakat supaya lebih memahami ap aitu stunting dan upaya pencegahannya. Kepala Desa Kuwayuhan dalam sambutannya menjelaskan salah satu factor munculnya stunting pada balita salah satunya adalah pola makan yang tidak tepat.
“Stunting itu bisa muncul tidak hanya dari kekurangan gizi saja, melainkan bisa dari pola makan yang kurang tepat. Selera makan anak juga turut memengaruhi asupan gizinya anak, sehingga perlu perhatian khusus dari orang tua, untuk itu diperlukan kapsul khusus untuk menambah nafsu makan anak” tuturnya.
Kemudian sambutan dilanjutkan oleh perwakilan dari Ketua Kader, Sri Mulyanti. Dalam sambutannya menjelaskan ciri yang menonjol jika anak terindikasi mengalami stunting adalah memiliki tubuh yang pendek.
“Ibu-ibu stunting itu adalah gangguan tumbuh kembang anak di bawah 5 tahun akibat kekurangan gizi jangka panjang. Ciri utama anak stunting adalah tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya, sehingga hal ini dapat mengganggu pertumbuhan kognitifnya” jelas Sri Mulyanti pada sambutannya.

Selain pemberian materi stunting oleh ahli gizi dari Puskesmas Pejagoan, Tim KKN Kuwayuhan Universitas Tidar Magelang mempraktikkan salah satu menu resep bergizi untuk ibu hamil dan menyusui, yaitu puding daun kelor. Menu ini dibuat sebagai olahan sederhana yang kaya akan manfaat, seperti zat besi, protein, dan vitamin. Menu resep ini juga mudah dibuat dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.
“Kami berinisiatif untuk mempraktekkan salah satu menu berbahan dasar daun kelor untuk menunjukkan bahwa makanan sehat dapat dibuat dari bahan di sekitar kita” jelas Erni salah satu tim KKN Kuwayuhan Universitas Tidar Magelang.
Ia menambahkan praktik pembuatan puding daun kelor ini dapat memberikan inspirasi bagi para peserta dalam menyajikan makanan sehat dan bergizi di lingkungan keluarga.
Melalui kegiatan ini diharapkan para orang tua dapat menambah wawasan tentang pentingnya pencegahan stunting demi tumbung kembang anak dan masa depan mereka.










