JATENGKU.COM, KlatenMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program kerja yang berjudul Manajemen Pengelolaan Sampah Desa melalui Penerapan 5S dan Pemanfaatan Teknologi Pirolisis di Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (04/02/2026).

Adapun, program kerja ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya permasalahan pengelolaan sampah di tingkat permukiman, khususnya pemilahan sampah dan praktik pembuangan tanpa pengolahan yang belum oprimal. Melalui program ini, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3 sebagai langkah awal pengurangan timbunan sampah dari sumbernya.

Selain itu, tim KKN juga mensosialisasikan pemanfaatan teknologi pirolisis sebagai alternatif pengolahan sampah plastik. Pirolisis merupakan metode pengolahan sampah plastik melalui proses pemanasan tanpa oksigen sehingga menghasilkan produk turunan seperti minyak bakar.

Yang membedakan program ini adalah integrasi konsep budaya kerja 5S — Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), dan Shitsuke (Rajin) dalam pengelolaan alat dan sistem kerja pengolahan sampah. Mahasiswa menjelaskan bahwa penerapan 5S penting untuk menjaga ketertiban, kebersihan, standar operasional, serta kedisiplinan dalam penggunaan alat pirolisis yang memiliki risiko kerja cukup tinggi.

“Teknologi saja tidak cukup. Harus dibarengi dengan budaya kerja yang tertib dan disiplin agar aman dan berkelanjutan,” ujar salah satu mahasiswa KKN dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Program ini mendapat respons positif dari pemerintah desa dan perwakilan lembaga desa. Pak Niko selaku perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Granting menyampaikan dukungannya terhadap program yang diinisiasi mahasiswa KKN UNDIP.

“Kami dari BPD sangat setuju dengan adanya program ini karena memberikan wawasan baru bagi masyarakat terkait pengelolaan sampah yang lebih modern dan terarah. Namun ke depan memang perlu ada pendampingan dan pengawasan lanjutan agar program ini tidak berhenti setelah KKN selesai,” ungkap Pak Niko.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk mulai memilah dan mengelola sampah secara mandiri.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN

Editor: Handayat

Tag