
MAGELANG – Mahasiswa KKN Tematik II Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Tahun 2026 memperkenalkan inovasi kreatif bagi warga Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Pada Jumat (13/2) lalu, bertempat di halaman rumah Kepala Dusun Banyuroto, tim KKN menggelar pelatihan pembuatan pot bunga dengan memanfaatkan material popok sekali pakai (pampers). Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Diesyana Ajeng Pramesti, S.E., M.Sc.. Program ini dijalankan secara kolaboratif oleh sepuluh mahasiswa, yakni Linda Hardiyanti, Syahfudin Barbara, Noviyanti, Riendratama Putra Rahmadani, Ristianto Nugroho, Putri Damayanti, Putri Amanda Aulia dan Niken Ratih Sulistiyowati. Pelatihan ini bertujuan memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan material popok yang ternyata memiliki serat kuat untuk dijadikan media tanam.
Kegiatan ini menghadirkan Tri Wardoyo, praktisi sekaligus penggerak bank sampah dari Desa Suroyudan, Kecamatan Tegalrejo, sebagai pemateri utama. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan teknik mengolah pampers yang dikombinasikan dengan campuran semen untuk menghasilkan produk kerajinan yang kokoh. Program ini bertujuan memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan material popok yang ternyata memiliki serat yang kuat untuk dijadikan media tanam. Pelatihan dilakukan secara langsung menggunakan pampers baru sebagai bahan utama untuk memudahkan peserta dalam mempraktikkan teknik pelapisan dan pencetakan pot.
“Sebenarnya material popok ini punya potensi besar jika dipadukan dengan semen. Selain seratnya yang kuat untuk pot, bagian gel di dalamnya juga bisa diolah menjadi pupuk melalui proses tertentu. Hari ini kita praktikkan bagaimana pampers ini bisa berubah fungsi menjadi barang yang punya nilai guna lebih,” ujar Tri Wardoyo. Putri, salah satu perwakilan mahasiswa KKN Tematik II UNIMMA, menjelaskan bahwa pemilihan pampers sebagai bahan pot bunga ini merupakan bentuk edukasi kreatif bagi masyarakat. “Masyarakat di sini sudah cukup baik dalam pengelolaan sampah. Kami hadir untuk menambah referensi keterampilan baru bahwa pampers yang biasanya hanya digunakan sekali pakai, ternyata bisa diolah menjadi barang bernilai ekonomi seperti pot bunga ini. Inovasi ini diharapkan bisa dikembangkan lebih lanjut oleh ibu-ibu atau kelompok bank sampah di Desa Banyuroto,” ungkapnya. Antusiasme peserta terlihat saat mereka mencoba mencetak pot bunga dengan bentuk yang unik. Diharapkan, melalui pelatihan ini, warga mendapatkan inspirasi peluang usaha kreatif berbasis kerajinan rumah tangga yang inovatif.







