PATI, 10 Februari 2026Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengadakan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area manajemen atau kantor kepada karyawan PT. Wadja Karya Dunia Pati. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran bahwa area kantor juga memiliki berbagai potensi risiko yang perlu dikelola dengan baik.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa area kantor sering dianggap aman, padahal tetap memiliki potensi bahaya seperti terpeleset, gangguan ergonomi, kelelahan mata akibat layar komputer, hingga risiko listrik dan kebakaran. Selain itu, faktor psikososial seperti stres kerja dan konflik juga menjadi bagian penting dalam penerapan K3 di lingkungan kantor.

Salah satu risiko yang sering terjadi adalah slips, trips, and falls atau terpeleset dan tersandung. Kondisi lantai basah, kabel yang melintang, serta barang di jalur pejalan kaki dapat menjadi penyebab utama kecelakaan di area kantor. Pencegahan dapat dilakukan melalui housekeeping yang baik, pembersihan tumpahan secara cepat, serta pengaturan jalur kerja yang aman.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti pentingnya ergonomi kerja. Duduk dalam posisi yang tidak tepat, monitor yang terlalu rendah, serta penggunaan komputer dalam waktu lama tanpa jeda dapat menimbulkan nyeri leher, punggung, dan pergelangan tangan. Oleh karena itu, penyesuaian posisi kerja serta kebiasaan jeda aktif menjadi langkah sederhana untuk mencegah gangguan muskuloskeletal.

Dalam sesi studi kasus, peserta diperkenalkan contoh kejadian nyata di lingkungan kantor, seperti kecelakaan akibat lantai basah, keluhan nyeri akibat posisi kerja yang salah, hingga insiden ancaman verbal di area layanan. Kasus-kasus tersebut menunjukkan pentingnya prosedur keselamatan dan pelatihan bagi seluruh karyawan.

Mahasiswa KKN UPGRIS juga memaparkan langkah-langkah pengendalian risiko, mulai dari penyusunan SOP kebersihan, pengaturan kabel dan pencahayaan, penggunaan kursi ergonomis, hingga kesiapsiagaan darurat seperti jalur evakuasi dan alat pemadam api ringan (APAR).

Karyawan juga diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan mental di tempat kerja, seperti adanya mekanisme pelaporan yang aman, aturan anti-bullying, serta pelatihan penanganan konflik dan ancaman.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap karyawan semakin memahami bahwa keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab di area produksi, tetapi juga di lingkungan kantor. Dengan penerapan K3 yang baik, lingkungan kerja dapat menjadi lebih aman, sehat, dan produktif.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN UPGRIS dalam mendukung budaya keselamatan kerja di lingkungan industri, khususnya di PT. Wadja Karya Dunia Pati.

Editor: Handayat

Tag