Mahasiswa PLB UNS Gelar Workshop Peningkatan Ko...

Mahasiswa PLB UNS Gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pendidikan Inklusif di SD Negeri Nayu Barat 1

Ukuran Teks:

JATENGKU.COM, Surakarta – Pendidikan inklusif merupakan upaya memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh murid, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai permasalahan di masyarakat. Banyak guru dan orang tua belum memahami karakteristik ABK sehingga pembelajaran sering kali belum mampu memenuhi kebutuhan belajar setiap anak. Selain itu, keterbatasan pengetahuan mengenai strategi pembelajaran inklusif menyebabkan layanan pendidikan belum optimal.

Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas guru, orang tua, dan lingkungan sekitar. Masyarakat yang memiliki pemahaman tentang pendidikan inklusif akan lebih mampu menciptakan lingkungan yang menerima keberagaman serta mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus.

Tim 1750 Hibah JARPAK Universitas Sebelas Maret Semester Februari – Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan Workshop Undangan Senen Seneng dengan teman “Komunitas Belajar Guru Hebat: Peningkatan Kompetensi Guru Inklusi” pada Senin (11/5). Kegiatan ini diikuti oleh para guru dan tenaga pendidikan sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam memberikan layanan pendidikan yang ramah bagi seluruh murid, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Workshop menghadirkan narasumber Ibu Erny Kadarwati, S.Pd., seorang guru praktisi pendidikan khusus yang juga aktif sebagai fasilitator pendidikan inklusif. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya mengenali karakteristik, hambatan, dan kebutuhan belajar setiap murid, agar guru mampu memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari ketua magang, dosen pembimbing magang, dan Kepala SD Negeri Nayu Barat 1. Setelah itu, peserta mengikuti sesi penyampaian materi yang berlangsung interaktif dan disertai berbagai praktik sederhana untuk membantu guru memahami pengalaman belajar anak berkebutuhan khusus.

Karakteristik Peserta Didik Berkebutuhan Khusus

Dalam workshop, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai karakteristik murid berkebutuhan khusus, seperti hambatan penglihatan (tunanetra), hambatan pendengaran (tunarungu), hambatan intelektual (tunagrahita), hambatan fisik (tunadaksa), dan autisme. Melalui berbagai simulasi dan diskusi, para guru diajak melihat pentingnya penerapan pembelajaran yang fleksibel, adaptif, dan berpusat pada kebusuhan murid.

Strategi Pembelajaran Inklusif

Selain membahas karakteristik anak berkebutuhan khusus, narasumber juga menyampaikan strategi pembelajatan inklusif dapat diterapkan di kelas. Seperti pembelajaran berdiferensiasi, adaptasi kurikulum, program kompensatoria, serta kolaborasi antara guru, orang tua, dan tenaga ahli. Materi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan seluruh murid.

Antusias peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para guru aktif mengikuti praktik, diskusi, dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan yang dihadapi dalam pembelajatan inklusif di sekolah. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk komitmen untuk terus mengembangkan kompetensi dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi semua anak.

Melalui workshop ini, SD Negeri Nayu Barat 1 berharap dapat memperkuat budaya belajar bersama di kalangan guru serta meningkatkan kesiapan pendidik dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang lebih ramah, adil, dan bermakna bagi seluruh murid.

SD Negeri Nayu Barat 1 Surakarta • Pendidikan Inklusif untuk Semua

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan