JATENGKU.COM, SEMARANG — Mahasiswa KKN Tematik 104 Universitas Diponegoro menggelar kegiatan edukatif bertajuk Storytelling Fabel Interaktif bertema Pentingnya Mengonsumsi Makanan Sehat sebagai Upaya Mendukung Program Ketahanan Pangan di KB TK Siti Fatimah, Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, pada Rabu (23/7).
Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan bahan makanan, namun juga bagaimana masyarakat mampu memilih dan mengolah pangan sehat secara bijak. Dalam konteks ini, membentuk pola pikir anak-anak sejak usia dini menjadi upaya strategis dalam menciptakan generasi yang peduli akan kesehatan dan keberlanjutan pangan.
Berangkat dari pemikiran tersebut, mahasiswa KKNT104 merancang kegiatan storytelling fabel yang dikemas secara interaktif dan edukatif. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata mahasiswa dalam mendukung program ketahanan pangan melalui jalur edukasi usia dini.
Kegiatan sosialisasi dan storytelling oleh Qonita Fauziah, salah satu anggota KKNT104 jurusan Sastra Indonesia, membawakan cerita fabel berjudul “Monyet Lilo Belajar Makan Sehat”. Kisah ini menceritakan seekor monyet kecil bernama Lilo yang gemar memakan makanan instan yang di jual sembarangan.
Akibat kebiasaannya tersebut, Lilo mengalami gangguan kesehatan hingga akhirnya belajar memilih makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran agar tubuhnya kembali kuat dan lincah. Adapun hal menarik dari kegiatan ini yaitu cerita fabel disampaikan secara interaktif dengan bantuan media visual berupa gambar ilustrasi serta suara latar alam yang menghadirkan suasana hutan.
Anak-anak diajak tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi ikut berperan aktif dengan menirukan suara tokoh, menjawab pertanyaan, hingga memainkan peran kecil sesuai alur cerita. Pendekatan ini bertujuan agar nilai-nilai edukatif tentang pentingnya mengonsumsi real food dan makanan rumahan dapat tersampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat.
“Saya ingin anak-anak tidak hanya mendengar ceritanya, tapi ikut merasakannya. Dengan ikut menirukan suara, menjawab pertanyaan, dan ikut bermain, mereka jadi lebih terlibat dan nilai pentingnya makan sehat bisa mereka pahami dengan cara yang menyenangkan. Harapannya, cerita ini akan mereka ingat terus, bahkan saat memilih makanan di rumah,” ujar Qonita Fauziah.
Setelah sesi storytelling, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif “INI ATAU ITU”, di mana anak-anak diminta memilih secara visual antara makanan sehat dan tidak sehat. Melalui permainan ini, pemahaman anak tentang jenis-jenis makanan yang bermanfaat bagi tubuh kembali dikuatkan. Mereka diajak berdiskusi sederhana tentang alasan memilih makanan sehat, sehingga proses belajar tidak terasa menggurui, namun tetap melekat dalam ingatan.
Tidak berhenti sampai di situ saja, mahasiswa KKNT104 juga mengajak anak-anak merasakan langsung praktik konsumsi makanan sehat melalui pembagian Jelly Sehat berbahan dasar jus buah alami. Jelly ini dibagikan oleh fasilitator Raisyah mahasiswa KKNT104 jurusan Kimia, yang sekaligus mengenalkan bahwa camilan sehat juga bisa tampil menarik dan memiliki rasa yang tidak kalah lezat dari jajanan instan.
“Anak-anak biasanya tertarik pada makanan yang manis dan berwarna, sayangnya tidak semua makanan tersebut baik untuk kesehatan. Lewat Jelly Sehat ini, kami ingin menunjukkan bahwa camilan sehat bisa dibuat sendiri di rumah dengan bahan alami. Anak-anak tetap bisa menikmati rasa manis alami tanpa tambahan pewarna atau pemanis buatan,” ujar Raisyah.
Rangkaian kegiatan dirancang untuk menanamkan pemahaman bahwa kebiasaan makan sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga, dimulai dari anak-anak sebagai generasi penerus. Mahasiswa KKNT104 percaya bahwa melalui pendekatan edukasi yang sesuai dengan usia mereka, anak-anak akan lebih mudah memahami pentingnya menjaga asupan makanan. Edukasi ini diharapkan dapat menjadi langkah kecil yang berdampak besar dalam mendukung ketahanan pangan keluarga.
Kegiatan sosialisasi dan storytelling pentingnya makanan sehat merupakan bagian dari program kerja KKNT104 Universitas Diponegoro “Peningkatan Kapasitas Produksi melalui Diversifikasi Produk sebagai Ketahanan Pangan di Semarang” di bawah bimbingan Ibu Riris Tiani, S.S., M.Hum. dan Bapak Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., selaku dosen pendamping sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 3 (Good Health and Well-Being).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap pesan tentang pentingnya memilih makanan sehat dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini, tidak hanya pada anak-anak, tetapi juga keluarga di lingkungan sekitarnya. Anak-anak diharapkan mampu menjadi agen kecil perubahan, yang secara tidak langsung mengajak keluarga mereka menerapkan pola makan sehat sehari-hari.











