JATENGKU.COM, SEMARANG — Dalam rangka menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, diselenggarakan program edukatif bertajuk “Ketika Laut dan Darat Berteman” di SDN Pedurungan Kidul 02, Semarang pada Kamis (24/7/2025).
Program ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro yang diinisiasi oleh Pato Sayyaf, mahasiswa Jurusan Fisika, di bawah bimbingan Bapak Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum. dan Ibu Riris Tiani, S.S., M.Hum.
Melalui pendekatan sains dasar yang dikemas secara menyenangkan, kegiatan ini memperkenalkan kepada siswa kelas 5 konsep-konsep geofisika yang berkaitan dengan permukaan bumi dan laut tropis.
Materi disampaikan dengan metode visual dan interaktif, meliputi pengenalan bentuk-bentuk muka bumi, proses terjadinya daratan dan lautan, gunung meletus, dan bagaimana lingkungan pesisir terbentuk melalui pengaruh alam seperti vulkanisme dan erosi.
Siswa juga diajak memahami pentingnya keterkaitan antara gejala-gejala alam dan ekosistem laut seperti terumbu karang dan hutan mangrove.
Untuk meningkatkan keterlibatan siswa, sesi pembelajaran dilengkapi dengan video gunung meletus, gambar ilustratif, tanya jawab interaktif, serta diskusi ringan mengenai pengalaman mereka melihat pantai atau bencana alam.
Anak-anak diajak menyadari bahwa laut dan darat adalah sistem yang saling berhubungan dan harus dijaga bersama.
Guru Kelas 5, Ibu Kamila Nisa, S.Pd., turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. “Saya berterima kasih atas pengetahuan dan materi yang disampaikan mengenai bumi dan proses-proses alamnya. Siswa-siswi mendapatkan wawasan baru tentang gejala alam yang jarang mereka pelajari di pelajaran sehari-hari. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir. Sukses selalu untuk KKN UNDIP” ujar Ibu Kamila seusai kegiatan sosialisasi.
Melalui program ini, diharapkan siswa dapat memahami dasar-dasar ilmu geofisika dan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan sejak usia dini, serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap sains dan lingkungan sekitarnya sebagai langkah awal mencetak generasi sadar bumi.











