JATENGKU.COM, SELOKARTO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menyelenggarakan pemaparan Program Kerja Multidisiplin 1 pada Kamis (5/2/2026) dan Program Multidisiplin 2 pada (6/2/2026) yang bertempat di Balai Desa Selokarto, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang.
Program Kerja Sosialisasi Pengenalan dan Pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 81 Universitas Diponegoro sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung proses perencanaan pembangunan Desa Selokarto.
Kegiatan ini difokuskan pada pemberian pemahaman awal mengenai penyusunan RAB yang direncanakan sebagai acuan perencanaan pembangunan lahan hijau dan pujasera yang berpotensi dikembangkan sebagai sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam mendorong terciptanya perencanaan pembangunan desa yang lebih terstruktur, transparan, dan partisipatif. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Desa Selokarto memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, khususnya ketersediaan lahan yang masih luas dan memungkinkan untuk dimanfaatkan secara produktif. Kondisi tersebut mendorong perlunya perencanaan yang matang agar pemanfaatan lahan dapat menjadi salah satu alternatif sumber pendapatan desa di masa mendatang.
Sosialisasi yang diselenggarakan di Desa Selokarto ini dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan masyarakat, serta pelaku UMKM setempat. Kegiatan diawali dengan pemaparan latar belakang pentingnya Rencana Anggaran Biaya sebagai dasar perencanaan pembangunan, sebelum suatu program atau proyek dilaksanakan.
Mahasiswa KKN menekankan bahwa penyusunan RAB tidak hanya berfungsi sebagai perhitungan biaya, tetapi juga sebagai alat perencanaan dan pengambilan keputusan dalam menentukan kelayakan suatu rencana pembangunan. Dalam pemaparannya, Deanzeni, Mahasiswa Teknik Infrasatruktur Sipil dan Arsitektur SV Universitas Diponegoro, menjelaskan secara rinci tahapan pengenalan dan pembuatan RAB, mulai dari identifikasi kebutuhan kegiatan, penentuan item pekerjaan, perhitungan volume pekerjaan, hingga penyusunan estimasi biaya pada setiap komponen.
Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan aplikatif agar dapat dipahami oleh peserta, sehingga perangkat desa dan masyarakat memperoleh gambaran nyata mengenai proses penyusunan RAB yang sistematis dan realistis.

Pemerintah Desa Selokarto menyambut secara positif gagasan serta rekomendasi yang disampaikan oleh mahasiswa KKN. Sekretaris Desa Selokarto, Bapak Santoso, menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi pemikiran dan perencanaan yang telah disusun secara komprehensif. Menurutnya, ide-ide yang dipaparkan tidak hanya sekadar hasil karya, melainkan sudah dapat disebut sebagai sebuah mahakarya yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan desa.
Ia berharap rancangan dan rekomendasi kebijakan tersebut dapat menjadi referensi yang aplikatif serta dapat diimplementasikan dalam perencanaan pembangunan desa ke depan, sejalan dengan semangat pemerintah desa dalam memajukan Selokarto. “Apa yang kalian berikan ini bukan hanya karya, tetapi sudah bisa disebut mahakarya. Jika di tingkat nasional terdapat Indonesia Emas 2045, maka dengan adanya ide yang kalian bawakan ini, di tingkat desa diharapkan dapat terwujud Selokarto Emas 2045,” ujarnya.
Melalui sosialisasi pengenalan dan pembuatan RAB ini, masyarakat dan perangkat Desa Selokarto diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap proses perencanaan anggaran pembangunan desa. RAB yang disusun dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dokumen acuan atau bahan pertimbangan bagi pemerintah desa dalam merencanakan pengembangan lahan hijau dan pujasera di kemudian hari, apabila rencana tersebut akan direalisasikan.
Dengan terlaksananya program kerja ini, Deanzeni beserta rekan-rekan mahasiswa KKN Tim 81 Universitas Diponegoro berharap terjalin sinergi yang berkelanjutan antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat dalam mewujudkan perencanaan pembangunan Desa Selokarto yang berbasis data, terukur secara anggaran, serta berorientasi pada pemberdayaan ekonomi lokal.







