JATENGKU.COM, Semarang — Karesidenan Pati resmi mengumumkan partisipasinya dalam gelaran Komukino 2025 dengan mengangkat tema besar “Bumi Mina Tani”, sebagai representasi identitas budaya paling menonjol di wilayah Pati Raya. Fokus utama tahun ini berada pada kekayaan pertanian dan perikanan dua sektor yang selama ini menjadi denyut kehidupan masyarakat di lima kabupaten: Pati, Rembang, Blora, Jepara, dan Kudus.
Narasumber Cindy, selaku ketua program Karesidenan Pati, menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan.
“Karesidenan Pati memiliki kekuatan besar di sektor pertanian dan maritim. Kabupaten Pati, terutama wilayah Juwana, dikenal sebagai salah satu penghasil dan eksportir bandeng terbesar di Indonesia. Sementara Rembang memiliki identitas kuat sebagai kota garam. Daerah lainnya juga kaya akan hasil bumi, pengolahan makanan seperti tape, serta kerajinan anyaman pandan yang sudah mengakar sebagai budaya lokal.”
Selain menampilkan produk dan pengetahuan tentang kekayaan alamnya, Karesidenan Pati juga akan membawa atraksi budaya kolaboratif. Tahun ini, Pati akan bekerja sama dengan Komunitas Samin Edan dalam sajian seni barongan. Walaupun komunitas tersebut bukan berasal dari Pati, kolaborasi ini dihadirkan untuk menyuguhkan barongan dengan sentuhan cerita tokoh Joko Lodro dari Blora, yang sarat nilai moral dan filosofi lokal.
Hal tersebut ditegaskan oleh narasumber Della, selaku sekretaris program Karesidenan Pati.
“Melalui barongan dan tokoh Joko Lodro, kami ingin menampilkan narasi yang mengangkat semangat pantang menyerah, keberanian, dan kebijaksanaan. Pementasan ini diharapkan tidak hanya menghibur tetapi juga memberi pesan moral bagi masyarakat yang menyaksikan.”
Pada area pameran, Booth Karesidenan Pati akan terbagi menjadi tiga zona utama, yaitu:
- Zona Pengetahuan – memuat informasi sejarah, budaya, dan karakteristik tiap kabupaten di Karesidenan Pati.
- Zona Perairan – menyoroti potensi kelautan dan perikanan, termasuk bandeng, garam, dan identitas maritim lainnya.
- Zona Pertanian – memamerkan hasil bumi, pengolahan pangan lokal seperti tape, serta produk kerajinan seperti anyaman pandan.
Untuk memperkuat identitas wilayah, booth ini juga menghadirkan ikon Gunungan Hasil Bumi, sebagai simbol kelimpahan dan kesejahteraan masyarakat Karesidenan Pati.
Melalui keikutsertaan ini, Karesidenan Pati berharap masyarakat luas dapat mengenal lebih dalam tentang kekayaan budaya, sejarah, dan potensi wilayah Pati, Blora, Rembang, Jepara, dan Kudus.
“Kami ingin pengunjung merasakan langsung identitas Karesidenan Pati yang kaya akan budaya, maritim, agraris, dan nilai historis. Kehadiran kami di Komukino 2025 diharapkan dapat meningkatkan rasa bangga masyarakat terhadap budaya daerahnya dan menarik minat pengunjung untuk menjelajahi Pati Raya,” tambah Cindy.
Karesidenan Pati berkomitmen untuk terus memperkenalkan budaya lokal melalui pendekatan kreatif, edukatif, dan kolaboratifmembawa kisah dan identitas Pati Raya semakin dekat dengan generasi muda dan masyarakat luas.
Untuk informasi lebih lanjut kunjungi akun Instagram resmi @karesidenanpati25











