JATENGKU.COM, BATANG – Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, memiliki potensi besar dalam pengolahan singkong yang melimpah. Salah satu inovasi yang kini tengah dikembangkan adalah Bolu Singkong, produk lokal yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat desa. Untuk mendukung hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (Undip) mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya pembuatan logo dan label kemasan informatif.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa, dengan tema besar “Peningkatan Kapasitas UMKM Lokal melalui Inovasi Produk dan Penguatan Branding.”
Fokus kegiatan mencakup dua aspek utama:
- Identitas Produk: Logo dipahami bukan sekadar gambar hiasan, tetapi identitas visual yang mampu membangun citra, meningkatkan kepercayaan, serta memudahkan konsumen mengenali Bolu Singkong dibanding produk sejenis.
- Label Kemasan: Peserta mendapatkan arahan untuk mencantumkan informasi penting pada kemasan, seperti komposisi bahan, tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa, cara penyimpanan, dan kontak usaha. Informasi ini meningkatkan profesionalitas produk sekaligus memenuhi standar keamanan pangan.
Sasaran utama kegiatan ini adalah karang taruna Desa Tumbrep, sebagai generasi muda yang aktif dalam pengolahan sekaligus pemasaran produk. Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta dapat langsung menyampaikan kendala dan ide mereka.
Kegiatan ini disambut antusias oleh warga. Salah satu anggota karang taruna menyampaikan, “Kami jadi lebih percaya diri untuk memasarkan Bolu Singkong. Dengan logo dan label yang menarik, produk ini akan lebih mudah diterima oleh konsumen.” Warga lainnya menambahkan bahwa sosialisasi ini membuka wawasan baru tentang pentingnya aspek non-produksi dalam meningkatkan daya saing usaha.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi semata. Karang taruna Desa Tumbrep akan terus didorong untuk mengembangkan keterampilan branding dan kemasan, sehingga Bolu Singkong dapat dipasarkan lebih luas, baik secara offline maupun daring. Dengan keberlanjutan pendampingan, produk ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi desa dan menjadi contoh pengembangan potensi lokal yang berhasil.
Sebagai penutup, tim pelaksana menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, yang telah mendanai program ini sesuai kontrak pelaksanaan kegiatan:
- Nomor: 062/C3/DT.05.00/PM/2025 (kontrak induk)
- Nomor: 360-11/UN7.D2.1/PM/V/2025 (kontrak turunan)
Program ini dilaksanakan oleh tim dosen pelaksana: Mj Rizqon Hasani, S.Hum., M.I.Kom. dan Dr. Adi Nugroho, M.Si. dari Universitas Diponegoro, serta Alfia Magfirona, S.T., M.T. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.










