JATENGKU.COM, SEMARANG — Struktur organisasi menjadi hal penting dalam menjalankan sebuah usaha atau komunitas agar lebih tertata dan terarah.

Melalui pembagian tugas, alur koordinasi, serta penentuan peran dan tanggung jawab yang jelas, struktur organisasi membantu menciptakan sistem kerja yang efektif dan efisien.

Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hal ini bukan hanya menjadi kebutuhan internal, tetapi juga pondasi dalam menghadapi tantangan era digital.

Dalam rangka mendukung penguatan tata kelola UMKM berbasis teknologi digital, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) dari Tim 86 Penggaron Kidul yang dibimbing oleh Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., Bagus Nuari Priambudi, S.T., M.T., dan Riris Tiani, S.S., M.Hum., melaksanakan kegiatan sosialisasi struktur organisasi paguyuban UMKM RW 03. Kegiatan ini digelar pada 16 Juli 2025 di wilayah RW 03, Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari program kerja sosial kemasyarakatan yang diinisiasi oleh Divta Dwistiya Arta, mahasiswa KKN dari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha melalui pembagian peran yang terstruktur dan berorientasi jangka panjang.

Pembentukan struktur organisasi UMKM ini merupakan langkah awal dari proses digitalisasi UMKM yang akan diterapkan di lingkungan RW 03.

Struktur ini tidak hanya menjadi alat bantu administratif, tetapi juga sebagai sistem manajemen yang dapat mendukung kolaborasi antar pelaku usaha, pengambilan keputusan yang lebih terarah, serta distribusi tugas yang merata dan terorganisir.

Kegiatan ini juga menjadi sarana diskusi dua arah antara mahasiswa dan pelaku UMKM, sehingga setiap masukan, hambatan, dan harapan dapat ditampung untuk dirumuskan ke dalam strategi pendampingan berikutnya.

Kegiatan tersebut disambut positif oleh para pelaku UMKM setempat. Diharapkan, dengan adanya struktur organisasi yang jelas dan terencana, UMKM RW 03 mampu menghadapi tantangan transformasi digital dengan lebih siap dan percaya diri.

Tidak hanya sekadar “ikut tren”, tetapi benar-benar mengoptimalkan digitalisasi sebagai sarana pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Ke depan, pendampingan terhadap UMKM ini akan dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan platform e-commerce seperti Shopee, optimalisasi media sosial untuk branding, serta penguatan paguyuban sebagai wadah kolaboratif antar pelaku usaha.

Editor: Handayat