JATENGKU.COM, BatangMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat penyiraman tanaman otomatis berbasis sensor kelembaban tanah. Program kerja ini digagas oleh Aditya Enko Mareska, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Diponegoro, sebagai upaya mendukung efisiensi perawatan tanaman sekaligus mengenalkan penerapan teknologi sederhana di lingkungan desa.

Alat penyiraman otomatis ini bekerja dengan memanfaatkan sensor kelembaban tanah yang mampu mendeteksi kondisi media tanam. Ketika tanah berada dalam kondisi kering, sistem akan secara otomatis mengaktifkan pompa air untuk melakukan penyiraman. Sebaliknya, saat kelembaban tanah sudah mencukupi, sistem akan berhenti bekerja. Mekanisme ini membantu menjaga kebutuhan air tanaman secara optimal tanpa harus dilakukan secara manual.

Menurut Aditya, pengembangan alat ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan masyarakat dalam kegiatan pertanian maupun perawatan tanaman sehari-hari. “Kami ingin memperkenalkan teknologi yang sederhana, mudah dirawat, dan bermanfaat langsung bagi warga. Harapannya alat ini bisa membantu efisiensi waktu dan penggunaan air,” ujarnya.

Kegiatan perancangan hingga demonstrasi alat dilakukan bersama warga sebagai bentuk transfer pengetahuan. Masyarakat diberikan penjelasan mengenai cara kerja, perawatan, serta potensi pengembangan alat di masa mendatang. Antusiasme warga terlihat dari ketertarikan mereka terhadap penerapan teknologi yang dinilai relevan dengan kebutuhan desa.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung produktivitas dan keberlanjutan lingkungan desa. Diharapkan inovasi sederhana ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan solusi berbasis teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Handayat

Tag